JAKARTA, iNewsSemarang.id - Industri keuangan digital Indonesia kini memasuki fase yang semakin matang, di mana kepercayaan, perlindungan konsumen, dan inklusi keuangan menjadi faktor utama dalam menentukan keberlanjutan pertumbuhan industri.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah pengguna platform aset keuangan digital telah mencapai 17,17 juta pengguna dengan total 77,32 juta transaksi sepanjang tahun berjalan.
Di tengah pertumbuhan tersebut, pelaku industri dan regulator, termasuk Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan OJK, sepakat bahwa inovasi tanpa perlindungan konsumen tidak lagi menjadi opsi yang dapat ditoleransi. Komitmen tersebut kembali mengemuka dalam Rapat Umum Anggota AFTECH 2026 yang digelar di Jakarta.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa industri keuangan digital Indonesia mulai bergeser dari sekadar persaingan pertumbuhan menuju persaingan dalam membangun kepercayaan publik dan kepatuhan terhadap regulasi.
Bagi INDODAX sebagai top crypto exchange Indonesia yang terdaftar dan diawasi OJK di Indonesia, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa industri aset digital kini dituntut untuk tumbuh secara lebih transparan, bertanggung jawab, serta mampu membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat terhadap layanan keuangan digital.
Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian, menilai bahwa tema ‘Guarding Trust and Creating Greater Economic Impact’ yang diangkat AFTECH tahun ini sangat relevan dengan dinamika industri aset digital saat ini.
“Dalam industri aset digital, kepercayaan bukan hanya faktor pendukung, tetapi fondasi utama. Pertumbuhan industri kripto dan crypto exchange Indonesia saat ini harus diimbangi dengan perlindungan konsumen, transparansi, dan tata kelola yang kuat agar ekosistem dapat berkembang secara sehat, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Aloysia, Kamis (14/5).
Sementara, Ketua Umum AFTECH, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa industri keuangan digital Indonesia kini memasuki fase yang lebih matang. Menurutnya, pelaku industri tidak lagi hanya berfokus pada perebutan pangsa pasar, melainkan mulai menempatkan tata kelola, kepatuhan, dan kepercayaan publik sebagai fondasi utama pertumbuhan industri.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
