Melalui Festival Dolanan Anak, Unnes berharap permainan tradisional dapat terus dikenalkan kepada generasi muda. Kegiatan ini juga menjadi bentuk pelestarian budaya sekaligus penguatan pendidikan karakter bagi anak-anak di tengah perkembangan teknologi digital.
Penggunaan Bahasa Jawa
Yang menarik dalam perhelatan Festival Dolanan Bocah 2026, para peserta dianjurkan menggunakan Bahasa Jawa. Hal itu sebagai bentuk pelestarian bahasa ibu, khususnya di wilayah Jawa Tengah.
“Di sini juga ada penekanan penggunaan Bahasa Jawa. Karena ini di Kota Semarang, bahasa ibu perlu dikenalkan kembali kepada anak-anak. Tidak masalah menggunakan Bahasa Jawa ngoko, yang penting mereka mengenal dan terbiasa menggunakan bahasa daerah,” ujar Prof Nana.
Festival tahun ini menghadirkan konsep berbeda dibanding penyelenggaraan sebelumnya.
Jika tahun lalu lebih banyak berfokus pada olahraga tradisional, kali ini panitia memperluas tema ke aspek folklore dan seni budaya Nusantara.
“Kalau tahun kemarin lebih banyak olahraga tradisional dengan lima permainan, tahun ini kami mencoba variasi baru yang lebih menonjolkan budaya. Peserta bebas menampilkan dolanan anak, permainan tradisional, nembang, hingga berbagai bentuk budaya lainnya,” ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
