Sebagai langkah edukasi, Dinkes Jateng juga akan mengumpulkan 883 puskesmas se-Jawa Tengah dalam program edukasi “Jumat Pintar”, guna memperkuat pemahaman tenaga kesehatan terkait hantavirus.
Selain itu, sebagaimana arahan Gubernur Ahmad Luthfi, delapan rumah sakit milik Pemprov Jateng telah disiagakan untuk penanganan kasus, apabila ditemukan pasien dengan gejala mengarah ke hantavirus.
Tiga rumah sakit rujukan utama yakni RS dr Adhyatma MPH Semarang, RS Prof Dr Margono Purwokerto, dan RS Dr Moewardi Surakarta.
Zulfachmi menambahkan, hingga kini belum tersedia vaksin untuk hantavirus. Namun, penyakit tersebut dapat disembuhkan apabila leboh cepat terdeteksi dan ditangani. “Semakin cepat dikenali dan diobati, maka angka kematian akan semakin rendah,” katanya.
Dinkes mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, menutup akses masuk tikus ke rumah, rutin mencuci tangan, menggunakan alat pelindung diri saat berada di area dengan banyak tikus, serta menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
