Isu lingkungan juga menjadi perhatian utama dalam gelaran tahun ini. Melalui program Jateng Fair Green Life, PRPP menyiapkan berbagai aksi berbasis keberlanjutan, seperti kegiatan plogging atau memungut sampah sambil berlari dan berjalan kaki mengelilingi kawasan PRPP dan Grand Maerakaca pada 4 Juli 2026.
Selain itu, akan digelar kegiatan “Mangrove Akbar” pada 28 Juni 2026 sebagai bagian dari kampanye pelestarian kawasan pesisir.
“Ini menjadi platform kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan swasta untuk bergerak bersama dalam menjaga lingkungan,” ujar Shafigh.
Dari sisi hiburan, Jateng Fair 2026 juga membidik generasi muda melalui konser musik lintas genre yang menghadirkan sejumlah nama nasional seperti Ndarboy Genk, Guyon Waton, Aftershine, Endank Soekamti, Perunggu hingga Superman Is Dead.
Antusiasme publik mulai terlihat dari penjualan tiket konser yang sudah mencapai 2.282 lembar. Penampilan Superman Is Dead menjadi salah satu yang paling diminati sejauh ini.
Bagi Pemprov Jateng, Jateng Fair bukan sekadar agenda hiburan tahunan. Event ini diproyeksikan menjadi etalase investasi, promosi daerah, penguatan UMKM, sekaligus penggerak pariwisata dan ekonomi kreatif Jawa Tengah.
Sebelumnya, Pemprov Jateng juga menyatakan ingin mengembalikan kejayaan kawasan PRPP sebagai pusat rekreasi, bisnis, dan MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) di Jawa Tengah
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
