“Kita bisa melihat Thudong ini ada kebersamaan yang kuat. Semoga seluruh rangkaian berjalan lancar, nyaman, dan tanpa halangan,” ujar pria yang akrab disapa Gus Yasin ini.
Sementara itu, Bikkhu Nyanakaruno Mahathera mengatakan perjalanan Thudong bukan sekadar ritual spiritual, melainkan juga membawa misi perdamaian yang ingin diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Perjalanan perdamaian ini bukan sekadar slogan. Kami ingin toleransi benar-benar dibangun melalui kekuatan spiritual yang baik,” katanya.
Dia berharap Jawa Tengah terus menjadi daerah yang damai sekaligus menjadi percontohan toleransi di Indonesia.
Sebanyak 16 bikkhu mengikuti perjalanan sejauh sekitar 220–250 kilometer dengan berjalan kaki selama 11 hari. Para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jepara, Mojokerto, Banyumas, Papua, hingga Medan.
Selama perjalanan, rombongan akan melintasi sejumlah wilayah di Jawa Tengah, di antaranya Welahan, Demak, Semarang, Salatiga, Boyolali, hingga Klaten. Para bikkhu juga dijadwalkan singgah di beberapa titik untuk beristirahat dan bermalam bersama masyarakat setempat.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
