Bahaya Miss Leading Influencer, GenPI: Hoaks Wisata Lebih Berbahaya dari Sepi Pengunjung

Ahmad Antoni
Ilustrasi, objek wisata Lawang Sewu Semarang. (foto: iNewsSemarang.id)

"Hoaks semacam ini dapat menyebabkan penurunan minat kunjungan dalam jangka pendek karena wisatawan cenderung memilih destinasi lain yang dianggap lebih jelas dan terpercaya informasinya," tegasnya.

Parahnya, hoaks berulang bikin masyarakat skeptis. Bahkan rekomendasi resmi dari pemerintah pun ikut dipertanyakan karena netizen sudah terlanjur trauma tertipu konten palsu.

Untuk melawan banjir misinformasi, GenPI Kota Semarang menjalankan strategi edukatif, seperti kampanye 'Saring Sebelum Sharing', mengajak publik cek info dulu ke akun resmi pemerintah, pengelola destinasi, atau kanal GenPI sebelum memutuskan berkunjung.

Lalu memperbanyak konten validatif, dengan memroduksi konten berbasis data lapangan soal harga tiket, jam operasional, fasilitas, dan rute menuju destinasi.

Workshop Literasi Digital juga digencarkan, menggelar pelatihan untuk komunitas kreator lokal tentang etika promosi wisata, verifikasi data, dan tanggung jawab membangun narasi destinasi.

GenPI juga mendorong model kerja sama 'triple helix', yakni melibatkan pemerintah sebagai regulator dan penyedia data, komunitas pariwisata seperti GenPI dan Pokdarwis sebagai jembatan akar rumput, dan influencer kredibel sebagai teladan etika konten.
 

Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network