Perayaan Waisak 2026, Gibran Ajak Umat Buddha jadi Pelopor Perdamaian dan Perkuat Toleransi

Ahmad Antoni
Prosesi perayaan Waisak 2570 BE/2026 di Candi Borobudur Magelang, Minggu (31/5) malam. (foto: istimewa)

Menurutnya, sebagai kegiatan rutin tahunan, Peringatan Hara Raya Tri Suci Waisak telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Antara lain tingkat hunian homestay yang meningkat, serta pertumbuhan ekonomi UMKM sekitar candi.  

"Semua penginapan, homestay yang di sini penuh semua. Dan tentu saja juga untuk UMKM masyarakat di sekitar Borobudur juga punya dampak yang signifikan," ujarnya yang pada malam itu juga ikut menerbangkan lampion di langit Borobubur. 

Sumarno berharap, momen tersebut bisa menjadi trigger (pemicu) untuk berkunjung ke Borobudur. Saat ini, umat Budha yang hadir, bukan hanya dari Jawa Tengah, tetapi dari seluruh Indonesia, bahkan dari luar negeri. 

Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Hartati Murdaya mengaku, bersyukur bahwa peringatan Waisak telah membawa peningkatan perekonomian masyarakat di sekitar Candi Borobudur

Buktinya, homestay milik masyarakat terus berkembang dan mengalami peningkatan jumlah yang signifikan. Hingga seringkali tidak cukup lagi menampung kunjungan umat yang datang. 

Beruntung, banyak pembangunan hotel-hotel baru, yang juga penuh pada saat peringatan Waisak Nasional. Apalagi kegiatan peringaran Waisak ini panjang dan melibatkan banyak orang. 

Antara lain: pengobatan gratis kepada 7.000 lebih pasien, prosesi pengambilan air suci di Umbul Jumprit Temanggung, pengambilan api abadi di Mrapen, Grobogan, dan Dharma Santi Waisak dilanjutkan dengan pelepasan 2.570 lentera Waisak. 


 

Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network