Rupiah Anjlok ke Rp17.930 per Dolar AS, Terendah Sepanjang Sejarah

Iqbal Dwi Purnama
Nilai tukar Rupiah pada perdagangan hari ini, Rabu (3/6/2026) tembus Rp17.930 per dolar AS hingga pukul 11.00 WIB. (foto: iNews Media Group)

JAKARTA, iNewsSemarang.id Nilai tukar Rupiah pada perdagangan hari ini, Rabu (3/6/2026) tembus Rp17.930 per dolar AS hingga pukul 11.00 WIB. Level ini melemah 0,51 persen secara harian, atau 9,9 persen secara tahunan. 

Menurut pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assu’aibi, kondisi pelemahan Rupiah yang pada perdagangan hari ini tembus Rp17.900 per dolar AS dipicu faktor eksternal dan internal.

Faktor eksternal seperti penguatan harga minyak dunia serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Dia mengatakan, harga minyak dunia yang melonjak, akibat konflik di Timur Tengah yang hingga saat ini masih berlangsung, membuat Pemerintah membutuhkan dolar yang lebih banyak untuk menyelesaikan transaksi tersebut.

 "Kita melihat bahwa apa kenaikan harga minyak mentah ini membuat permintaan dolar cukup tinggi, terutama adalah untuk impor minyak yang begitu besar," bebernya dalam keterangan resmi, Rabu (3/6).

Dia menjelaskan, harga minyak mentah dunia WTI (West Texas Intermediate) pada perdagangan hari ini tembus USD94,77 per barel atau naik 1,08 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Sementara untuk Brent Crude Oil, juga mengalami kenaikan menjadi di 96,72 per barel. 

"Harga-harga konsumsi, ya termasuk BBM, gasoline di Amerika terus mengalami kenaikan sehingga berdampak terhadap mempertahankan suku bunga, bahkan bisa menaikkan suku bunga," sebutnya.

Kondisi pelemahan Rupiah ini menurutnya tidak bertahan sementara, mengingat kemungkinan Bank Sentral Amerika Serikat mengetatkan suku bunga pada tahun ini. 

Hal tersebut menurut Ibrahim karena tingkat pengangguran di Amerika mengalami pelemahan, sehingga kebijakan suku bunga diarahkan bukan untuk mode ekspansi dan mengendalikan inflasi. 

"Sehingga Bank Sentral Amerika kemungkinan besar ini akan mempertahankan suku bunga dan bisa menaikkan suku bunga dalam tahun ini satu kali," ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network