"Kesepakatan bersama ini untuk mengetahui peran masing-masing," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Arief Djatmiko saat ditemui di Pendopo Kabupaten Temanggung.
Layanan baru ini direncanakan melayani rute Temanggung–Kota Magelang–Kabupaten Magelang (pulang-pergi) dengan 14 armada bus. Jam operasional pukul 05.00–19.00 WIB, dan headway (jarak antar bus) kisaran 15–20 menit. Layanan ini ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2027.
Menurut Arief, layanan Trans Jateng di Gelangmanggung ini akan menghidupkan kembali sistem transportasi terintegrasi secara sub regional maupun nasional.
Di mana saat ini sudah ada koridor Trans Jateng Magelang-Purworejo yang terhubung dengan sistem transportasi nasional yaitu kereta api. Juga membangun kembali sistem transportasi lokal, baik kota maupun pedesaan, yang terintegrasi.
"Kabupaten dan Kota Magelang punya angkutan sekolah gratis, ini akan kami integrasi dengan Trans Jateng. Rute ke tempat wisata juga akan diintegrasikan," jelasnya.
Saat ini Trans Jateng sudah beroperasi di tujuh koridor dengan total armada 115 unit bus. Tujuh koridor tersebut berada di empat wilayah pengembangan (WP), yaitu Kedungsepur, Solo Raya, Banyumas Raya, dan Purworejo-Magelang.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
