Sebagai tentara yang lahir dari rakyat dan dididik oleh negara, pengabdian TNI sepenuhnya ditujukan bagi kepentingan rakyat. Menhan menekankan bahwa kesiapan bertugas hanya bisa dicapai dengan disiplin latihan yang tinggi.
Melalui penguasaan kemampuan dasar seperti kemahiran menembak dan taktik patroli, prajurit Yonif TP 937/SK akan mampu mengeliminasi segala bentuk gangguan terhadap kedaulatan negara.
“Kamu harus siap untuk membela rakyat dari Sabang sampai Merauke, kamu harus siap membela Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” tegas Menhan.
Dia juga berpesan agar setiap prajurit Infanteri memiliki mental baja yang siap ditugaskan di seluruh pelosok Nusantara. Profesionalisme tempur harus terus ditempa melalui latihan yang disiplin tanpa mengikis nilai Bhinneka Tunggal Ika.
Di akhir pengarahannya, Menhan berpesan agar 8 Wajib TNI tidak hanya dihafal, tetapi mendarah daging dalam setiap langkah pengabdian.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
