25 Daerah di Jateng Terdampak Kemarau, 11 Kabupaten/Kota Siaga Darurat Kekeringan

Ahmad Antoni
Distribusi air bersih ke wilayah terdampak kekeringan. (foto: istimewa)

Dalam kesempatan itu, Bergas juga melaporkan bahwa memasuki musim kemarau, terhitung tanggal 5 Juni-19 Juli 2026, tercatat ada 275 kejadian kebakaran. Terdiri atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 56 kejadian, kemudian kebakaran gedung dan rumah 219 kejadian.

"Karhutla ini paling banyak terdampak itu lahan, utamanya lahan tebu. Jumlah kerugian karhutla Rp607 juta, kerugian kebakaran gedung dan rumah sampai Rp27 miliar. Karhutla ini yang perlu diantisipasi oleh daerah," katanya.

Gubernur Ahmad Luthfi sejak jauh-jauh hari sudah memberikan perhatian khusus terkait antisipasi kekeringan dan dampak kemarau. Seluruh kepala daerah sudah diminta untuk melakukan mitigasi, memetakan daerah rawan, dan menyiapkan langkah antisipasi.

"Intinya kebutuhan air bersih masih cukup, tinggal distribusi ya," katanya saat rapat pengendalian operasional kegiatan (POK) dengan seluruh kepala OPD, BUMD, dan BLUD di kantornya.

Mitigasi tersebut tidak hanya terkait dengan kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan kebutuhan air untuk lahan pertanian. Mengingat target produktivitas padi di Jawa Tengah tahun 2026 ini meningkat dari tahun sebelumnya.

"Kemarin saya sudah ajukan ke Menteri Pertanian untuk bantuan pompa air. Sudah disetujui, tinggal nanti Dinas Pertanian dan Peternakan menindaklanjuti agar bisa segera dikirim," ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network