SEMARANG, iNewsSemarang.id – Pentas Seni dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di wilayah RT 04 RW V, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, untuk pertama kalinya menampilkan dagelan Punokawan. Dalam pementasan tersebut mengambil lakon Bagong Mbalelo.
Meski berhasil menghibur ratusan warga yang hadir di Lapangan Literasi pada Sabtu (15/8/2026) malam, ada cerita menarik di balik penampilan Punokawan yang diperankan oleh bapak-bapak warga setempat.
Meski ide pementasan Punokawan muncul secara spontan, persiapan telah dilakukan sekitar sebulan sebelum pentas. Hal pertama yang dilakukan adalah langsung menyewa kostum Punokawan. Hal itu dilakukan mengantisipasi ramainya persewaan baju di saat momen Agustusan.
Langkah selanjutnya merumuskan skenario cerita. Nah, Ketua Panitia Agustusan, Hendrik Kurniawan mengaku kesulitan untuk menentukan skenario cerita apa yang tepat untuk disuguhkan dalam pementasan.
Seiring berjalannya waktu, ide skenario pun datang dari Agus PJ. Tak butuk waktu lama, Agus PJ yang juga salah seorang sesepuh di RT 4, menyampaikan draf skenario cerita Punokawan dengan mengusung lakon Bagong Mbalelo.
Lantas, panitia pun berburu mencari personel yang cocok untuk memerankan tokoh-tokoh Punokawan seperti Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Tak mudah untuk menentukan siapa yang cocok dan sesuai karakter masing-masing tokoh Punokawan.
Tokoh Semar diperankan oleh Agus Riyanto, Gareng oleh Rustam, Petruk oleh Luthfi dan Bagong oleh Ratman. Mereka pun menggelar pertemuan awal dengan dipimpin Agus PJ sekaligus sebagai sutradara. Dalam pertemuan itu membahas konsep pementasan hingga tata layout panggung.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
