"Saya pengalaman dengan gerak sejarah. Ini ada anomali di masyarakat saat ini. Ini ada demo Pati, Madura ikut demo tandingan. Ah ini sudah kayak Pam Swakarsa '98 nih. Pasti kalah yang preman," ucap Budi Arie.
"Sebab maksud saya terjadi anomali-anomali, variabel di masyarakat yang membuat kita tidak hanya memikirkan skenario konvensional, langkah-langkah tahapan-tahapan yang sebagaimana mestinya. Itu terjadi yang menurut pendapat saya terjadi patahan sejarah. Gimana tahun '97 tiba-tiba pemilu berikutnya tahun 1999," ungkapnya.
Menurut dia, potensi percepatan pemilu tersebut ada. "Potensi itu bukan tidak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini yang betul-betul tidak membuat masyarakat happy," ujar Budi Arie.
"Insting saya ini ada sesuatu yang lebih cepat dari yang kita bayangkan. Karena itu saya mau membuka wacana saja teman-teman. Supaya berpikir jangan hanya berpikir 2029, harus ada pikiran lain alternatif apabila terjadi percepatan jalan," ujarnya.
Relawan Prabowo Kecam Pernyataan Budi Arie
Terpisah, Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo (GCP) Kurniawan mengecam pernyataan Budi Arie Setiadi soal kemungkinan terjadinya percepatan sejarah dalam dinamika politik nasional sebelum 2029. Menurutnya, pernyataan tersebut mengganggu pendukung Presiden Prabowo Subianto.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
