“Saya ini sudah dua kali ikut MTQ nasional, ini yang pertama ada stan pijat, sehingga terbantu sekali. Soalnya kawan-kawan dari provinsi lain biasanya rata-rata mereka itu capek luar biasa, karena perjalanan yang jauh,” ujar Shodri.
Di sisi lain, layanan tersebut memberikan kesempatan bagi kelompok difabel untuk mendapatkan penghasilan, sekaligus menunjukkan keterampilan. Salah satunya Agus Setyawan, dari Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra (PPSDSN) Penganthi Temanggung.
Dia menyatakan senang dapat dilibatkan dalam gelaran MTQ Nasional. Bersama para terapis lainnya, dia memberikan layanan pijat bugar dengan berbagai teknik, di antaranya shiatsu, segment, sport, dan kosmetik.
Agus menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Jateng yang terus memberikan ruang bagi disabilitas, untuk terlibat dalam berbagai kegiatan. Tidak hanya pada MTQ Nasional, tetapi juga dalam bazar, pameran, dan kegiatan lainnya.
Hal tersebut tidak lepas dari pembinaan yang diterimanya selama tiga tahun, di PPSDSN Penganthi Temanggung. Berbagai kegiatan membuat Agus yang sebelumnya sempat merasa putus asa, menjadi lebih percaya diri dan memiliki optimisme untuk menjalani kehidupan secara mandiri.
“Setelah diajarkan beberapa teknik massage dan keterampilan yang lain, seperti musik, olahraga, dan sebagainya, saya merasa senang dan lebih optimis untuk menjalankan hidup, untuk percaya diri,”ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
