“Saat musim kemarau seperti sekarang, rumput, jerami, sekam, dan material kering lainnya lebih mudah terbakar. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran di sekitar jalur KA karena api dapat merambat dan asapnya berpotensi mengurangi jarak pandang masinis. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian bersama untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api,” jelasnya, Rabu (16/9).
Dia menambahkan, KAI terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jalur dan lingkungan sekitar serta memastikan setiap potensi gangguan dapat ditangani secara cepat melalui koordinasi dengan pihak terkait.
“Kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan unsur kewilayahan maupun pemadam kebakaran apabila terdapat potensi kebakaran di sekitar jalur KA. Kami juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila melihat titik api atau kepulan asap yang berpotensi mendekati jalur, sehingga dapat ditangani sedini mungkin,” ujarnya.
KAI Daop 4 Semarang mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah, jerami, sekam, rumput kering, maupun sisa hasil pertanian di sekitar jalur KA. Selain berpotensi meluas, kebakaran dan asap di sekitar jalur dapat mengganggu lingkungan serta berpotensi memengaruhi keselamatan perjalanan kereta api.
KAI juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keselamatan di sekitar jalur KA, khususnya selama musim kemarau. Dengan mencegah pembakaran dan segera melaporkan potensi kebakaran, masyarakat turut membantu KAI dalam melakukan penanganan secara cepat serta menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
