Perpustakaan Sebagai Ruang Literasi di Era Digital
Perkembangan teknologi turut mengubah cara masyarakat memperoleh informasi dan pengetahuan. Dalam konteks tersebut, perpustakaan memiliki peluang untuk berkembang tidak hanya sebagai tempat mengakses buku, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran, kreativitas, serta pengembangan keterampilan digital masyarakat.
Melalui kerja sama ini, pemanfaatan teknologi diharapkan dapat memperluas jangkauan konten pendidikan sekaligus menghadirkan bentuk aktivitas literasi yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Salah satu fokus kolaborasi adalah perluasan akses konten digital, yang membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh materi pembelajaran secara lebih mudah. Di saat yang sama, program kreasi berbasis kearifan lokal juga akan dikembangkan untuk mendorong masyarakat menghasilkan karya yang mengangkat kekayaan budaya daerah melalui medium yang lebih adaptif terhadap perkembangan digital.
Pelatihan keterampilan digital dan berbagai kegiatan penguatan literasi juga akan menjadi bagian dari kolaborasi, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.
“Kami melihat literasi saat ini memiliki tantangan tersendiri. Tidak hanya sekedar membaca buku, namun lebih mendalam pada kemampuan memahami informasi, menyampaikan ide/gagasan, dan rasa ingin tahu yang tinggi sehingga literasi menjadi pondasi belajar. Masyarakat perlu dibekali kemampuan beradaptasi, berkarya, dan memanfaatkan teknologi. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku industri pendidikan menjadi semakin penting,” ujar Andi Taru.
Raih Apresiasi Atas Kontribusi Terhadap Literasi Jawa Tengah
Dalam kesempatan yang sama, Educa Studio juga menerima penghargaan dari pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas kontribusi dan partisipasi aktifnya dalam memajukan literasi masyarakat Provinsi Jawa Tengah.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
