SEMARANG, iNewsSemarang.id – Sebanyak 25 Relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) Kelurahan Tanjungmas mengikuti Workshop Pengembangan Ruang Bersama Indonesia (RBI), di Rumah Sehat Pertamina, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas relawan dalam mendukung perlindungan perempuan dan anak sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan di tingkat kelurahan.
Workshop ini merupakan kolaborasi Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang bersama Yayasan Anantaka, Forum Media SAPA Kota Semarang dan sejumlah pemangku kepentingan terkait.
RBI merupakan pengembangan dari program Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DKRPPA), dengan penekanan pada kolaborasi, sinergi, dan partisipasi aktif masyarakat. Kelurahan Tanjungmas sendiri memiliki pengalaman penting karena pada 2022 ditetapkan sebagai pilot project Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak pertama di Indonesia.
Direktur Yayasan Anantaka, Tsaniatus Solihah, mengatakan penguatan kapasitas Relawan SAPA menjadi bagian penting dalam implementasi RBI. Relawan tidak hanya diharapkan menjadi penerima informasi, tetapi mampu menjadi penggerak di tengah masyarakat.
“Relawan SAPA memiliki peran penting sebagai pengidentifikasi risiko, pengumpul data berbasis kelurahan, penggerak komunitas, agen perubahan sosial, responder awal kasus, sekaligus penghubung masyarakat dengan layanan formal,” kata Tsaniatus.
Menurutnya, peran tersebut mencakup edukasi pencegahan kekerasan, pemetaan kelompok rentan, pengumpulan data perempuan dan anak, hingga membantu menghubungkan korban dengan layanan yang dibutuhkan. Peran-peran tersebut juga menjadi bagian dari materi workshop RBI.
Sementara itu, Supervisor 1 HSSE Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang, Ardi Maulana Mubarak menjelaskan, kolaborasi dalam pengembangan RBI di Tanjungmas diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat menghasilkan aksi nyata di masyarakat.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
