Karantina Jateng Periksa KM Kirana di Tanjung Emas, Temukan 588 Burung Tanpa Dokumen

Ahmad Antoni
Petugas gabungan menemukan 588 ekor burung tanpa dokumen saat melakukan pemeriksaan KM Kirana. (foto: istimewa)

Sementara burung jenis lain menjalani penanganan sesuai ketentuan perkarantinaan dan aturan terkait lalu lintas satwa. Bagi Karantina Jawa Tengah, pemeriksaan terhadap lalu lintas burung tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan dokumen. Satwa yang dilalulintaskan tanpa pemeriksaan kesehatan dinilai dapat membawa risiko hama dan penyakit hewan karantina.

Salah satu penyakit yang menjadi perhatian adalah avian influenza atau flu burung, yang dapat menyerang unggas dan berpotensi berdampak terhadap kesehatan hewan maupun manusia.

Karena itu, setiap hewan yang akan dilalulintaskan antardaerah wajib memenuhi persyaratan karantina dan dilaporkan kepada petugas sebelum diberangkatkan.

Karantina juga memiliki kewenangan melakukan pemeriksaan, penahanan, serta tindakan karantina lainnya terhadap media pembawa yang tidak memenuhi persyaratan sesuai Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

Dalam kasus yang berkaitan dengan satwa liar, koordinasi dilakukan dengan BKSDA sebagai instansi yang memiliki kewenangan di bidang konservasi. Pengawasan di Pelabuhan Tanjung Emas menjadi penting karena jalur laut merupakan salah satu akses utama pergerakan komoditas dan satwa antarpulau.

Karantina Jawa Tengah menyatakan pengawasan di pintu-pintu masuk dan keluar akan terus diperkuat bersama instansi terkait untuk mencegah lalu lintas satwa yang tidak memenuhi ketentuan, sekaligus mengurangi risiko penyebaran penyakit dan menjaga keanekaragaman hayati.
 

Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network