“Kekuatan teritorial yang dimiliki TNI AD, termasuk unsur Batalyon Teritorial Pembangunan, menjadi bagian dari upaya mendukung stabilitas wilayah melalui koordinasi dan kerja sama dengan kepolisian serta pemerintah daerah,” jelas Pangdam.
Menurutnya, upaya menjaga keamanan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi seluruh unsur terkait. Dengan koordinasi yang kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, berbagai potensi kerawanan diharapkan dapat ditangani secara tepat sehingga aktivitas ekonomi dan investasi dapat berlangsung dengan aman.
Pangdam juga menegaskan bahwa komitmen TNI dalam menjaga stabilitas wilayah sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.
“Lingkungan yang aman dan kondusif diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pelaku usaha, mendorong masuknya investasi, membuka lapangan kerja, serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah,” ujarnya.
Forum Investasi Jawa Tengah 2026 menjadi wadah strategis untuk mempertemukan gagasan dan memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, investor, serta pengelola kawasan industri.
Melalui kolaborasi tersebut, Jawa Tengah diharapkan semakin mampu mengoptimalkan potensi daerah, meningkatkan daya saing industri, dan memperkuat posisinya sebagai tujuan investasi yang kompetitif.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
