Menyikapi adanya rencana aksi masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasinya terkait terselenggaranya konser tersebut, Polda Jateng menghimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar melalui media sosial.
Kabid Humas juga menghimbau peserta aksi agar tidak melakukan tindakan provokatif, vandalisme, maupun perbuatan lain yang dapat mengganggu ketertiban dan merusak kawasan cagar budaya tersebut.
Pengamanan Terpadu dengan Pendekatan Humanis
Polda Jateng bersama TNI, Pemerintah Kabupaten Magelang, dan pengelola kawasan Candi Borobudur telah menyiapkan pengamanan terpadu dengan mengedepankan pendekatan humanis, profesional, dan proporsional. Personel gabungan, termasuk Polwan negosiator, disiagakan untuk memastikan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai elemen masyarakat berjalan baik.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah percaya maupun ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Mari kita jaga toleransi, persaudaraan, dan suasana yang kondusif. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Jawa Tengah merupakan daerah yang aman, damai, dan ramah bagi penyelenggaraan kegiatan berskala internasional," lanjutnya.
Kabidhumas menegaskan bahwa Polda Jateng berkomitmen memberikan perlindungan dan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan pandangan maupun kepentingannya. Pengamanan tidak hanya ditujukan bagi penonton konser, tetapi juga masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi, wisatawan, serta warga yang beraktivitas di sekitar kawasan Borobudur.
"Polri hadir untuk melindungi hak dan keselamatan seluruh masyarakat. Kami menghormati hak warga untuk menyampaikan aspirasi, sekaligus memastikan para wisatawan, penonton, dan masyarakat umum dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman," ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
