SUKOHARJO, iNewsSemarang.id - Tokoh agama dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah Kabupaten Sukoharjo mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah menyikapi penggeledahan pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Mojolaban.
Masyarakat juga diimbau tetap tenang, mengedepankan klarifikasi atau tabayyun terhadap informasi yang beredar, serta tidak mudah terprovokasi oleh ajakan yang dapat mengganggu kerukunan dan ketenteraman masyarakat.
Ketua PCNU Kabupaten Sukoharjo, H. Khomsun Nur Arif, menyampaikan imbauan kepada seluruh jamaah dan warga NU agar senantiasa menjaga kehidupan beragama dan bermasyarakat yang kondusif. Ia mengingatkan pentingnya memastikan kebenaran informasi dengan mencari sumber yang tepat sebelum menyikapi berbagai peristiwa yang berkembang.
“Untuk selalu menjaga kondusivitas di tengah-tengah kehidupan beragama dan bermasyarakat di Kabupaten Sukoharjo. Terkait dengan beberapa informasi yang beredar di tengah masyarakat, saya berharap seluruh jemaah tetap berpedoman kepada prinsip-prinsip tabayyun, mengklarifikasi, dan mencari sumber informasi yang tepat atas seluruh kejadian yang terjadi di Kabupaten Sukoharjo,” ujarnya, Minggu (1/11).
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
