Menurutnya, upaya menjaga kelancaran lalu lintas harus berjalan beriringan dengan jaminan keselamatan pengguna jalan. Karena itu, berbagai potensi kerawanan infrastruktur perlu diidentifikasi sejak dini agar dapat segera ditindaklanjuti oleh instansi yang memiliki kewenangan.
"Penelitian terpadu ini jangan sampai berhenti pada kegiatan survei dan pendataan semata. Setiap temuan harus menghasilkan rekomendasi yang jelas, memiliki skala prioritas, penanggung jawab, serta target penyelesaian yang terukur.
Dengan demikian, potensi permasalahan yang dapat mengganggu kelancaran dan keselamatan lalu lintas bisa diantisipasi sebelum memasuki puncak arus Natal dan Tahun Baru," tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan perbaikan infrastruktur yang mengalami kerusakan, pemenuhan perlengkapan jalan, serta penyusunan skenario rekayasa lalu lintas dan jalur alternatif.
Kesiapan sarana penanganan keadaan darurat, seperti kendaraan derek, ambulans, dan sarana komunikasi, juga perlu dipastikan guna mendukung respons cepat apabila terjadi gangguan selama perjalanan.
Lebih lanjut, Dirlantas menyampaikan bahwa kesiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru membutuhkan koordinasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Setiap permasalahan perlu ditindaklanjuti secara terpadu sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing, sehingga upaya memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.
Melalui penelitian terpadu ini, Polda Jateng berharap berbagai potensi kerawanan jalur transportasi dapat diketahui lebih awal dan ditindaklanjuti secara konkret. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai serta kesiapan seluruh unsur terkait, masyarakat diharapkan dapat menikmati perjalanan Natal dan Tahun Baru dengan aman, lancar, dan berkeselamatan.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
