Foto tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden: konsep desain ibu kota baru Nagara Rimba Nusa, pemenang sayembara Kementerian PUPR.

Netizen Malaysia Geram, Nusantara Jadi Nama Ibu Kota Baru Indonesia

Sulhanudin Attar

iNews.id - Pemerintah Indonesia mengumumkan Nusantara sebagai nama Ibu Kota Negara (IKN) yang berlokasi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. DPR juga telah menyetujui nama baru IKN usulan dari pemerintah. Namun pro dan kontra dipilihnya Nusantara sebagai nama ibu kota baru ramai menjadi perbincangan warganet.

Kelompok pendukung sepakat nama Nusantara sudah tepat dipilih sebagai nama IKN, dengan alasan kesejarahan hingga kebahasaan. "Nusantara sangat familiar di telinga kita semuanya tak heran kalau nama ini akhirnya terpilih Ok hand," kata @garang***.

Di lain pihak, sejumlah warganet mengatakan nama nusantara tidak tepat. Menurut pihak yang kontra ini, istilah nusantara mengacu pada wilayah yang lebih luas tidak hanya Indonesia, tapi di dalamnya termasuk Malaysia, Brunei Darussalam hingga Thailand.

"Nusantara itu wilayah yg membentang mulai dari indonesia, malaysia, brunei, selatan thailand. Jangan jadiin nusantara nama IKN lah. Gaada nama lain apa?" kata @tjahja***.

Penggunaan nusantara sebagai nama ibu kota baru Indonesia juga menimbulkan polemik di kalangan netizen Malaysia. Para warganet asal Negeri Jiran itu mengaku marah dan kesal, pasalnya mereka juga merasa memiliki istilah yang digunakan jadi nama ibu kota Indonesia.

"Aku pelik mengapa rakan2 dari Indonesia claim Nusantara itu milik Indonesia... dan marah bila aku gunakan istilah Mitologi Nusantara (sehingga mengamuk dlm DM). Hakikatnya, terminologi Nusantara itu sebenarnya berbeza di Malaysia dan Indonesia," kata @seketula***.

"Duh emang sebagian dr orang indonesia ini overnationalism," kata @warghu***.

Sementara dari laman Wikipedia, Nusantara merujuk pada sebuah istilah yang berasal dari perkataan dalam bahasa Kawi, yaitu nusa (pulau) dan antara (luar). Istilah Nusantara secara spesifik merujuk kepada Indonesia. Kata ini tercatat pertama kali dalam kitab Negarakertagama untuk menggambarkan konsep kenegaraan yang dianut Majapahit yang kawasannya mencakup sebagian besar Asia Tenggara, terutama pada wilayah kepulauan.

Pada tahun 1900-an istilah ini dihidupkan kembali oleh Ki Hajar Dewantara sebagai salah satu nama alternatif untuk negara merdeka pelanjut Hindia Belanda.

Diberitakan sebelumnya, nama Nusantara yang dipilih pemerintah sebagai nama Ibu Kota Negara (IKN) telah mendapat persetujuan dari pihak legislatif. Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang IKN DPR RI bersama dengan pemerintah sepakat akan menjadikan ibu kota baru yang diberi nama Nusantara menjadi daerah setingkat provinsi.

Editor : Sulhanudin Attar