Proposal Damai Disetujui Kreditur, Begini Skema Pelunasan Utang Garuda Indonesia Rp138 Triliun

JAKARTA, iNewsSemarang.id – Manajemen Garuda Indonesia telah menyiapkan skema pelunasan utangnya sebesar Rp138 triliun. Utang ini berasal dari piutang 365 kreditur yang hadir dalam pemungutan suara atau voting terkait persetujuan proposal perdamaian Garuda Indonesia.
Sebagai informasi, PT Garuda Indonesia Tbk memiliki utang senilai Rp138 triliun yang harus dilunasi untuk membuat BUMN penerbangan itu kembali sehat.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, menyebut skema pelunasan utang dituangkan dalam proposal damai yang telah mendapat persetujuan dari mayoritas kreditur.
"Ada beberapa kelompok kreditur, khusus untuk Garuda Indonesia, kami mengklarifikasi kreditur dan skemanya (pelunasan utang) seperti apa," ungkap Irfan dalam konferensi pers pasca pengumuman hasil PKPU, Jakarta, Selasa (28/6/2022).
Berikut 7 cara yang disepakati untuk melunasi utang Garuda Indonesia sesuai kelompok kreditur:
"Utang dari vendor lain yang nilai utangnya di bawah Rp 255 juta akan diselesaikan secara bertahap melalui arus kas operasional perseroan," ujar Irfan.
Garuda Indonesia mencatatkan pengurangan utang sebesar 81 persen dari total utang Rp138 triliun. Pengurangan ini setelah kreditur menyepakati adanya homologasi atau kesepakatan damai dalam Penundaan Pembayaran Kewajiban Utang (PKPU).
Nilai utang Rp138 triliun berasal dari piutang 365 kreditur yang hadir dalam pemungutan suara atau voting terkait persetujuan proposal perdamaian Garuda Indonesia.
Namun, headcount atau jumlah suara yang sepakat mencapai 347 kreditur atau setara 95 persen. Adapun 347 kreditur ini merepresentasikan piutangnya sebesar Rp122 triliun. Secara keseluruhan utang Garuda Indonesia yang tercatat dalam Daftar Piutang Tetap (DPT) yang telah diverifikasi Tim Pengurus PKPU mencapai Rp142 triliun.
Editor : Sulhanudin Attar