Profil Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia ke-10

Alifia Gita Riani
.
Kamis, 24 November 2022 | 14:17 WIB
Perdana Menteri Malaysia ke-10, Anwar Ibrahim. Foto: Ist

KUALA LUMPUR, iNewsSemarang.id - Pemimpin koalisi Pakatan Harapan, Anwar Ibrahim ditunjuk raja Malaysia menjadi perdana menteri Malaysia yang kesepuluh. Adanya penunjukan tersebut diharapkan dapat mengakhiri kebuntuan politik pascapemilu di Malaysia.

Selain sebagai seorang politikus Malaysia, Anwar juga dikenal sebagai seorang reformis dan Islamis moderat. Dia lahir pada 10 Agustus 1947 di Bukit Mertajam, Penang, Malaysia. 

Anwar pernah menjadi wakil perdana menteri Malaysia pada 1993-1998. Selain itu, pada 1991-1998, dia juga menjabat posisi menteri keuangan. Sebelumnya, dia pernah menempati posisi menteri pendidikan (1986), menteri pertanian (1984), serta menteri kebudayaan, pemuda dan olahraga (1983). 

Anwar mengenal politik saat kuliah di Universitas Malaya Kuala Lumpur pada akhir 1960-an. Semasa kuliah, dia dikenal sebagai pemimpin mahasiswa Islam karena menjabat sebagai presiden Persatuan Kebangsaan Pelajar Islam Malaysia (PKPIM) dan presiden Kesatuan Bahasa Melayu. Tidak hanya itu, Anwar juga dikenal sebagai pemimpin gerakan pelajar yang memperjuangkan keadilan sosial bagi masyarakat Malaysia. Pada 1971, Anwar menyelesaikan masa kuliahnya dan meraih gelar sarjana muda di bidang Sastra.

Pada 1982, Anwar menerima undangan dari Perdana Menteri Mahathir Mohamad untuk bergabung dengan UMNO dan pemerintahannya. Saat itu, dia terpilih sebagai anggota parlemen Permatang Pauh dan dilantik menjadi timbalan menteri di jabatan perdana menteri (wakil menteri di dalam kabinet). Karier Anwar maju pesat dengan beberapa kali menjabat menteri hingga wakil perdana menteri. 

Anwar dikenal sebagai orang dekat PM Mahathir Mohammad. Namun dia kemudian menjadi kritikus yang menonjol di masa pemerintahan Mahathir. Hingga akhirnya Anwar dijerat kasus korupsi dan mendekam di penjara pada 1999, ditambah pula dengan tuduhan sodomi. Setelah dakwaannya dicabut dan dirinya dibebaskan pada 2004, Anwar menekuni karier di dunia pendidikan. Dia kembali terjun ke dunia politik pada 2008 dan berhasil masuk menjadi anggota parlemen di tahun berikutnya. 

Akan tetapi, karier politik Anwar kembali terhalang setelah dia kembali diadili dengan tuduhan sodomi. Anwar dibebaskan pada 2012, namun harus kembali ke penjara pada 2014 karena pengadilan membatalkan pembebasannya. Bantahan dilayangkan Anwar, yang menuduh ada konspirasi politik di balik peristiwa yang menjeratnya. 

Anwar mendapat pengampunan pada 2018, usai Mahathir Mohammad, yang terpilih kembali sebagai perdana menteri, mengajukan petisi pengampunan Anwar kepada raja. Kebebasan yang diraihnya ini menjadi langkah bagi Anwar untuk melanjutkan karier politiknya. Ia terpilih sebagai anggota parlemen pada Oktober 2018.

Dalam pemilihan umum yang digelar di Malaysia pada Sabtu (19/11/2022), Anwar Ibrahim kembali unjuk gigi untuk meraih posisi perdana menteri. Dia bersaing ketat dengan koalisi yang dipimpin mantan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin. Pakatan Harapan yang dipimpin Anwar Ibrahim berhasil mendapatkan 81 kursi, sementara Perikatan Nasional pimpinan Muhyiddin Yassin meraih 73 kursi. Masing-masing koalisi menegaskan memiliki dukungan yang cukup untuk membentuk pemerintahan baru Malaysia.

Editor : Maulana Salman
Bagikan Artikel Ini