Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Daftar Calon Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Bertemu Musuh Bebuyutan
Advertisement . Scroll to see content

Sempat Dilarang, FIFA Kini Izinkan Ban Kapten Pelangi di Piala Dunia 2022

Jum'at, 25 November 2022 | 12:17 WIB
  • author arif purniawan
Sempat Dilarang, FIFA Kini Izinkan Ban Kapten Pelangi di Piala Dunia 2022
Timnas Jerman menutup mulut setelah menolak mengenakan ban kapten one love saat melawan Timnas Jepang. Foto : ist

JAKARTA,iNewsSemarang.id-  Federasi Piala Dunia telah diberitahu oleh FIFA bahwa bendera Pelangi tidak akan dilarang di stadion untuk pertandingan putaran berikutnya.

Karenanya, FIFA telah mengizinkan pemakaian bendera berwarna pelangi dan topi ember untuk masuk ke dalam stadion dalam pertandingan Piala Dunia 2022 Qatar antara Wales vs Iran.

“FIFA tidak akan melarang lagi bendera pelangi di stadion untuk pertandngan Piala Dunia putaran berikutnya dan Qatar kini telah memberikan jaminan kepada badan pengatur tentang masalah tersebut setelah serangkaian insiden yang memuncak terkait kapten dari tujuh federasi UEFA tidak mengenakan ban kapten one love,” bunyi laporan Independent.co.uk.

Beberapa pendukung dan media telah menyita pakaian dengan bendera pelangi, terutama dengan keamanan bahkan menginstruksikan bahwa topi ember harus dilepas.

The Independent telah diberitahu tentang kasus di mana penggemar Wales hanya mengenakan warna negara merah, kuning, putih dan hijau hanya untuk diminta melepasnya.

Sejumlah federasi telah membicarakan hal ini dengan FIFA, mengingat mereka telah diberitahu sebelumnya bahwa ini akan menjadi Piala Dunia terbuka. dan badan pengatur global kini telah mengirimkan catatan kepada federasi bahwa telah diberi jaminan oleh Komite Operasi Keselamatan dan Keamanan turnamen, bahwa barang pelangi tidak disita lagi.

Editor: Maulana Salman

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut