Gadis di Salatiga Dijadikan Budak Seks Pria Asal Solo, Ini Kronologinya

SALATIGA, iNewsSemarang.id - Kejadian tidak menyenangkan menimpa seorang gadis lajang warga Salatiga berinisial BL. Pasalnya, ia diduga dijadikan sebagai budak seks oleh seorang pria asal Solo yang berinisial JM.
Selain menjadikan BL sebagai budak seks, pria bejat itu juga menyebar rekaman video hubungan badan mereka ke media sosial. Kini kasus tersebut dalam proses penyidikan usai dilaporkan ke pihak berwajib oleh BL.
Penasehat hukum korban dari Lembaga Bantuan Hukum Bintang Fajar Iustitia Kota Salatiga, Caesar F.B.C Wauran mengungkapkan JM saat ini juga ditahan oleh Polres Salatiga untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut.
"Kasus ini sudah ditangani oleh penyidik Polres Salatiga dan masih dalam proses penyidikan. Pelaku JM sudah ditangkap dan di tahan," kata Caesar F.B.C Wauran, Kamis (24/8/2023).
Dia menjelaskan, kasus ini berawal ketika korban berkenalan dengan pelaku di media sosial. Akhirnya, mereka bertemu di Solo. "Dalam pertemuan tersebut, pelaku menawari korban untuk mengelola kafe yang hendak dibuatnya. Setelah pertemuan selesai, korban kembali ke Salatiga," katanya.
Selang beberapa waktu kemudian, lanjut Caesar, korban dan pelaku kembali bertemu di Solo untuk melanjutkan pembahasan pengelolaan kafe. Namun, setelah korban tidak kembali ke Salatiga.
"Ternyata korban dibawa oleh pelaku dan tidak boleh pulang. Bahkan telepon seluler korban juga dirusak sehingga tidak bisa berkomunikasi dengan keluarga di rumah maupun temannya. Bahkan saat ibunya meninggal dunia, korban juga tidak tahu," terangnya.
Keluarga korban pun kebingungan mencari anak gadisnya yang menghilang. Upaya pencarian yang dilakukan tidak membuahkan hasil. Kemudian pihak keluarga membuat laporan orang hilang di kantor kepolisian.
Caesar mengatakan, berdasarkan keterangan B selama bersama dengan pelaku di Solo, korban mendapat perlakuan kekerasan fisik tidak mau menuruti permintaan pelaku. Tidak hanya itu, korban juga menjadi budak seks pelaku.
"Ironisnya lagi, ada hubungan seksual mereka yang sengaja direkam oleh pelaku. Korban hanya bisa pasrah menuruti semua permintaan pelaku karena takut disiksa," ujarnya.
Menurut Caesar, selama bersama pelaku, aktivitas korban juga dibatasi. Korban tidak boleh keluar rumah sendirian. Bahkan korban juga disekap di dalam kamar.
"Akhirnya korban berhasil kabur setelah berhasil mengambil kunci gembok kamar yang dibawa pelaku. Selanjutnya, korban menuju rumah teman pelaku untuk meninta bantuan," katanya.
Editor : Maulana Salman