Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Laura Anak Nikita Mirzani Melarikan Diri dari Rumah Aman
Advertisement . Scroll to see content

Tolak Tawaran Amerika, Kecam NATO, Zelensky Pastikan Ukraina Berjuang Hingga Titik Darah Penghabisan

Sabtu, 05 Maret 2022 | 15:23 WIB
  • author Sulhanudin Attar
Tolak Tawaran Amerika, Kecam NATO, Zelensky Pastikan Ukraina Berjuang Hingga Titik Darah Penghabisan
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membantah kabar bahwa dirinya melarikan diri ke Polandia. Dia memastikan Ukraina Berjuang hingga titik Darah Penghabisan. Foto: Instagram/zelenskiy_official

KIEV, iNewsSemarang.id - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membantah kabar bahwa dirinya melarikan diri ke Polandia. Dia menegaskan masih berada di Kiev untuk melawan invasi Rusia hingga titik darah penghabisan.

Pernyataan itu disampaikan Zelensky melalui rekaman video pada Sabtu (5/3/2022).

Video bantahan Zelensky kabur dari negaranya ini merupakan kali keduanya dia sampaikan sejak perang pecah antara Rusia dan Ukraina. Melalui Instagram-nya, Zelensky memposting video yang menunjukkan kantornya di Kiev dan seorang pejabat duduk di sana.

"Saya di Kiev. Saya bekerja di sini. Tidak ada yang melarikan diri," tulis dia dalam keterangan video di akun Instagramnya, zelenskiy_official.

Sebelumnya, politisi Rusia Vyacheslav Volodin mengeklaim Zelensky melarikan diri ke Polandia karena dia tidak dapat dihubungi oleh anggota Parlemen Ukraina.

"Parlemen Ukraina mengeklaim Presiden Zelensky tetap di Kiev-setelah laporan sebelumnya dia pergi ke Polandia," tulis media Rusia yang dikendalikan pemerintah, Russia Today.

Zelensky sebelumnya telah menolak mentah-mentah tawaran Amerika Serikat untuk mengevakuasinya, menyatakan bahwa dia menginginkan senjata, bukan kendaraan tumpangan.

"Pertarungan ada di sini. Saya butuh amunisi, bukan tumpangan," kata Presiden Ukraina tersebut.

Zelensky juga mengaku kecewa dengan NATO yang tidak berdaya di hadapan kebrutalan Rusia yang terus menghancurkan kota-kota di Ukraina, meruntuhkan sekolah juga tempat ibadah, dan membiarkan korban dari warga sipil terus berjatuhan. 

Editor: Sulhanudin Attar

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut