Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 10 Fakta Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta, Nomor 4 Keji dan Tak Manusiawi
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Pergolakan Kesultanan Yogyakarta dan Surakarta usai Perang Diponegoro

Minggu, 22 Desember 2024 | 10:08 WIB
  • author Avirista Midaada
Kisah Pergolakan Kesultanan Yogyakarta dan Surakarta usai Perang Diponegoro
Kondisi di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya belum kondusif usai Perang Diponegoro. (ilustrasi/Ist)

JAKARTA, iNewsSemarang.id – Kondisi di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya belum kondusif usai Perang Diponegoro. Ketika itu, wilayah kekuasaan Keraton Yogyakarta dan Surakarta kian menyempit dan bergantung ke pemerintahan Hindia-Belanda.

Wilayah kekuasaan yang sebelumnya sudah dimiliki oleh Yogyakarta dan Surakarta, yang menjadi pecahan Mataram kian terbatas. Kedua negara ini kehilangan kekuasaannya atas daerah Mancanegara, sehingga wilayah kekuasaannya hanya terbatas pada daerah-daerah Pajang, Mataram, Sukowati, dan Gunung Kidul.

Dalam semua soal pemerintahan, baik Sultan maupun Sunan, tidak boleh bertindak sendiri lagi, tetapi harus mendapat persetujuan dari pemerintah Hindia Belanda.

Penghasilan mereka tidak lagi diperoleh dari pemungutan pajak, tetapi digaji oleh pemerintah Hindia Belanda yang jumlahnya ditentukan dengan perjanjian.

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut