get app
inews
Aa Text
Read Next : Agustina Coba Terapkan Bola GPS Pintar Guna Deteksi Sumbatan Drainase di Simpang Lima

Belajar dari Air, Kota Semarang Bertransformasi Hadapi Banjir

Senin, 05 Januari 2026 | 06:40 WIB
header img
Pemkot Semarang tidak lagi sekadar melawan air dengan menambah ratusan pompa, tetapi mulai mengelola perilaku air itu sendiri berdasarkan prinsip-prinsip fisika yang cerdas. (Foto: Dok Pemkot Semarang)

Kesimpulan: Pelajaran dari Semarang untuk Semua

Langkah Pemkot Semarang ini adalah contoh nyata bahwa mengatasi masalah kompleks seperti banjir perkotaan memerlukan pendekatan ilmiah yang diterjemahkan dengan cerdas. Mereka berhasil mengubah paradigma: dari melawan air menjadi mengelola air.

Namun, sebagaimana diingatkan Agustina, semua rekayasa teknik ini bisa buyar oleh satu kelalaian sosial: membuang sampah sembarangan. Satu plastik bisa menyumbat, merusak semua perhitungan fisika yang cermat.

Oleh karena itu, transformasi Semarang adalah proyek bersama. Pemerintah membangun infrastruktur berdasarkan hukum alam, sementara kewajiban masyarakat adalah menjaga infrastruktur itu dengan hukum kesadaran. Ketika sains dan kolaborasi bersatu, ancaman banjir pun bisa dijinakkan. Kota-kota pesisir lain di Indonesia yang bergelut dengan masalah serupa, ada baiknya menengok dan belajar dari "revolusi fisika" yang dimulai di Semarang ini.

Editor : Arni Sulistiyowati

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut