6 Fakta Penjual Es Gabus Dituduh Pakai Bahan Spons Berujung Penganiayaan, Nomor 3 Memilukan
JAKARTA, iNewsSemarang.id – Ada sejumlah fakta terungkap dalam kasus penjual es gabus (es kue jadul), Sudrajat (49) yang dituduh pakai bahan spons hingga berujung penganiayaan oknum aparat TNI-Polri di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Kejadian memilukan dan ironis yang viral di media sosial itu menuai reaksi keras para netizen dan masyarakat. Kini, kedua oknum aparat yang menuding dagangan es tersebut mengandung spons atau kapas telah diberikan sanksi dari masing-masing kesatuannya.
Berikut fakta-fakta kasus penjual es gabus dituduh pakai bahan spons hingga berujung penganiayaan oknum polisi dan tantara:
1. Kronologi Kejadian
Pedagang es gabus, Sudrajat mengungkapkan peristiwa memilukan itu terjadi pada Sabtu (24/1/2026) pagi. Saat sedang berjualan menyusuri Kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, ia dihampiri sekitar lima orang yang langsung mempertanyakan asal-usul dan bahan dasar es kue miliknya.
Dalam rekaman video, salah satu oknum tampak memegang es tersebut lalu membakarnya untuk membuktikan tudingan bahwa es itu mengandung bahan sintetis berbahaya. Ironisnya, meski es tersebut terlihat meleleh layaknya es pada umumnya, para pria tersebut tetap melakukan tindakan represif.
"Mereka tanya ini bahannya apa, saya bilang ini es asli pasokan pabrik di Depok. Saya sudah jualan es ini selama 30 tahun. Tapi mereka malah meremas dan membejek dagangan saya sampai hancur," ungkap Sudrajat dengan nada sedih, Selasa (27/1/2026).
2. Dipukul dan Ditendang hingga Bikin Trauma
Tak berhenti pada pengerusakan barang, Sudrajat mengaku mendapatkan tindakan kekerasan fisik berupa pemukulan dan penendangan. Sekitar 150 buah es kue yang ia bawa hancur total dan tidak bisa dijual kembali.
Hingga tiga hari setelah kejadian, Sudrajat mengaku belum berani kembali berjualan. "Saya masih trauma dan takut kalau kejadian serupa terulang lagi," ujarnya.
3. Dipecat dan Dilarang Jualan
Setelah mendapat perlakuan represif dari oknum aparat lantaran dituduh menjual es berbahan spons hingga dagangannya dirusak, nasib Sudrajat sungguh memilukan karena dipecat bos pemilik usaha es gabus.
“Sekarang saya dipecat, diberhentiin sama bos. Itu gara-gara es saya rusak semua. 150 buah es hancur karena dibejek-bejek aparat itu,” ungkap Sudrajat saat ditemui iNews di rumahnya Kampung Panjang, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Selasa (27/1/2026).
Editor : Ahmad Antoni