get app
inews
Aa Text
Read Next : Pertamina Siagakan Layanan Motoris hingga Modular di Jalur Mudik-Balik Lebaran 2026

Siap-Siap! Harga BBM Pertalite Berpotensi Naik Jadi Rp11.500 per Liter

Jum'at, 27 Maret 2026 | 07:00 WIB
header img
Harga BBM Pertalite berpotensi naik sekira 10-15 persen dari harga Rp10.000 jadi Rp11.500 per liter. (foto: MPI)

JAKARTA, iNewsSemarang.id - Harga BBM Pertalite berpotensi naik sekira 10-15 persen dari harga Rp10.000 jadi Rp11.500 per liter. Harga Pertalite naik guna menjaga defisit APBN agar tidak jebol.

Menurut Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa, kenaikan harga BBM Pertalite ini seiring meningkatnya tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akibat kenaikan harga minyak dunia imbas perang AS-Iran.

Dia menjelaskan bahwa langkah tersebut diperlukan untuk menjaga agar beban kompensasi energi tidak semakin membengkak dan tetap berada dalam batas aman fiskal. 

"Saya hitung-hitung, agar kompensasi tidak terlalu besar dan masih dalam batas jangkauan APBN, agar tidak defisit, maka Pertalite itu mungkin harusnya naik 10-15 persen," sebutnya, Kamis (26/3).

Fabby mengatakan, kenaikan harga minyak mentah global memberikan dampak signifikan terhadap beban negara. 

Setiap kenaikan 1 dolar AS di atas asumsi Indonesian Crude Price (ICP) dalam APBN dapat menambah beban fiskal sekitar Rp6,5 triliun hingga Rp6,8 triliun per tahun.

Jika tren kenaikan harga minyak berlanjut, maka tambahan beban tersebut berpotensi memperbesar dan mempersempit ruang fiskal pemerintah. 

Dalam situasi ini, pemerintah dihadapkan pada pilihan sulit antara menambah utang atau menyesuaikan harga BBM.

"Kalau tidak disesuaikan, beban kompensasi ke Pertamina akan terus meningkat. Ini yang perlu dikendalikan," ujarnya. 

Dia menjelaskan, Pertalite merupakan BBM bersubsidi langsung, harganya tetap diatur oleh pemerintah. 

Selisih antara harga keekonomian dan harga jual ditutup melalui mekanisme kompensasi kepada PT Pertamina (Persero). Ketika harga minyak dunia naik, nilai kompensasi pun ikut membesar.

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut