Hemat Energi, Begini Aksi Gubernur Jateng dan Sejumlah Kepala OPD Kayuh Sepeda ke Kantor
Selain itu, transformasi budaya kerja ASN juga dilakukan melalui :Penggunaan listrik di ruangan kerja dihidupkan pukul 06.30-15.30 WIB sesuai kebutuhan riil, dan di luar ruangan/ruang terbuka secara terbatas jam 17.30- 05.30 WIB.
Penggunaan AC diaplikasikan pada suhu efisien 24-26ºC sesuai kebutuhan; lampu/pendingin ruangan (AC) yang ditinggalkan 2 jam atau lebih dimatikan sesuai kebutuhan; Pemakaian air bersih dikontrol sesuai kebutuhan riil di lapangan, dan memulai inisiatif pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) seperti Sel Surya di lingkungan kantor, dan lainnya.
Para ASN juga dapat melakukan jalan kaki, diutamakan bagi pegawai dengan jarak tempat tinggal dan kantor kurang atau sama dengan kurang lebih 1,5 kilometer; Menggunakan alat transportasi non bahan bakar minyak seperti sepeda dan sepeda listrik, diutamakan bagi ASN dengan jarak antara tempat tinggal dan kantor kurang dari 10 kilometer dan kontur relatif datar.
Menggunakan angkutan umum bagi yang memungkinkan dari aspek aksesibilitas, jarak dan waktu tempuh, serta ketersediaan sarana angkutan; dan Penggunaan kendaraan bersama (carpooling atau ride-sharing) untuk beberapa pegawai sesuai dengan kapasitas kendaraan.
"Hemat energi ini tidak hanya suatu kerangka perintah, tetapi kita harus membudayakan hemat energi dengan cara berolahraga, work from home, kemudian harus mematikan lampu (jika tidak digunakan), kemudian mencari energi terbarukan," jelasnya.
Terkait energi baru terbarukan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menggalakkan desa mandiri energi di wilayahnya. BUMD yang bergerak dalam bidang energi yaitu PT Jateng Petro Energi (JPEN) juga sudah menggunakan energi terbarukan sebagai sumber energi rumah tangga melalui produk tabung Compressed Natural Gas (CNG).
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memberikan insentif pajak kepada perusahaan-perusahaan yang sudah menggunakan energi baru terbarukan. Semua itu dilakukan untuk mendukung hemat energi dan menyiapkan industri hijau di Jawa Tengah.
Editor : Ahmad Antoni