get app
inews
Aa Text
Read Next : Produk AS Bebas Masuk Indonesia Tanpa Sertifikasi Halal, Begini Respons MUI

Pedagang Bakso di Jateng Tembus 17.500 Orang, Pemprov Dorong Percepatan Sertifikasi Halal

Sabtu, 18 April 2026 | 15:57 WIB
header img
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menghadiri silaturahmi dan halalbihalal Apmiso Jawa Tengah di Wisma Perdamaian Semarang. (foto: istimewa)

SEMARANG, iNewsSemarang.id Pedagang bakso di Jawa Tengah (Jateng) berdasarkan catatan Asosiasi Pedagang Mi dan Bakso Nusantara Bersatu (Apmiso) mencapai 17.500 orang. Mereka dinilai berkontribusi besar dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.    

“Pedagang bakso di Jateng ini merupakan pegiat ekonomi mikro yang jumlahnya paling besar,” kata Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menghadiri silaturahmi dan halalbihalal Apmiso Jawa Tengah di Wisma Perdamaian Semarang pada Jumat (17/4).

para pedagang bakso itu perlu dilakukan pendampingan agar usahanya berkembang sehingga menjadi naik kelas. Pendampingan itu mulai dari sertifikasi halal, pengolahan daging, dan sebagainya. 

Luthfi juga menegaskan pentingnya intervensi pemerintah agar pedagang bakso tidak berhenti di level usaha kecil. Salah satu yang didorong adalah percepatan sertifikasi halal agar pelaku usaha lebih tertata, memiliki standar, dan bisa berkembang lebih jauh.

“Sertifikasi halal tidak gampang, dari mulai alat dan sebagainya, berarti dinas kita harus ikut serta, sehingga penjual bakso kita punya sertifikasi,” ujarnya.

Dia menegaskan, sektor usaha bakso merupakan salah satu usaha rakyat yang tetap bertahan di tengah berbagai kondisi ekonomi. Kehadiran para pedagang bakso memberi kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi mikro di Jawa Tengah.

“Saya senang sekali bisa berada di tengah-tengah teman-teman penjual bakso yang secara tidak langsung akan memberikan kontribusi bagi ekonomi mikro di Jawa Tengah,” ungkapnya.

Ketua Umum Apmiso, Lasiman menyoroti tantangan yang sedang dihadapi pedagang bakso, mulai dari persaingan usaha yang makin ketat hingga persoalan bahan baku. Menurutnya, pembiayaan menjadi syarat utama bila pedagang ingin menaikkan kapasitas usaha, aset, dan omzet.

Selain itu, dia juga mendorong kerja sama dengan kalangan akademisi agar pelaku usaha lebih siap menghadapi persaingan, terutama dalam hal teknologi, pemasaran, dan produksi.
 

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut