get app
inews
Aa Text
Read Next : Kisah Celyna Grace, Kontestan Asal Semarang yang 2 Kali Gagal Audisi Kini Juara Indonesian Idol XIV

Dari Review Lebay hingga Hoaks Viral, Ini Dampak Miss Leading bagi Dunia Usaha

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05 WIB
header img
Ilustrasi kunjungan wisatawan di Kota Lama Semarang. (foto: iNewsSemarang.id)

PT Kereta Api Pariwisata KAI Wisata langsung meluruskan. Manager of Asset Operation Moedji Setiono menegaskan tidak ada kebijakan pembuangan kucing maupun pemecatan petugas.

“Kucing di Lawang Sewu bukan sekadar hewan liar. Mereka bagian dari ekosistem kawasan dan memberi nuansa hangat bagi pengunjung. Bahkan jadi alasan khusus sebagian wisatawan datang,” kata Moedji dalam pertemuan dengan komunitas Cat Lovers Semarang pada 17 Mei 2026.

Sebagai tindak lanjut, Lawang Sewu dan komunitas sepakat menggelar edukasi perawatan kucing dan kontes kucing. Tujuannya menjaga kesejahteraan hewan sekaligus kelestarian bangunan heritage.

Sherly menyarankan influencer membuat konten sesuai keahlian dan passion. “Sehingga influencer menguasai materi dan product knowledge. Penyampaian jadi tidak miss leading atau bernada negatif ke follower,” katanya.

Pengelola Lawang Sewu juga membuka ruang komunikasi dengan komunitas dan masyarakat luas agar kawasan tetap ramah hewan, nyaman bagi pengunjung, dan nilai sejarahnya terjaga.

"Intinya komunikasi dan keterbukaan jadi fakta informasi bisa tersampaikan oleh influencer sefaktual mungkin, sehingga masyarakat tidak berasumsi liar terhadap pesannya," ujar Moedji.

Andy Sigit Prabowo, Ketua Genpi Kota Semarang dan juga Pengusaha bidang pariwisata tour travel dan umroh mengaku terbantu dengan influencer yang menginformasikan melalui beberpa platform medsos seperti YouTube, Instagram, X hingga TikTok.

Namun, dalam catatannya, ia berharap para influencer harus lebih obyektif ketika memberi komentar saat review apapun itu konten yang disampaikannya.

"Karena ketika narasi nya tidak sesuai, bisa disalahartikannya oleh audience atau followers nya. Jangan sampai konten nya merugikan pihak yang lain. Apalagi terkait dengan pekerjaan orang banyak. Baik dibayar ataupun tidak seharusnya semangat nya untuk membantu dan membangun apapun itu industri nya baik fnb, destinasi wisata, ekfraf dll," ujarnya.
 

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut