Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Buntut Penggalangan Dana Tentara Israel, Konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur Resmi Dibatalkan
Advertisement . Scroll to see content

Perkuat Konektivitas Antardestinasi, 5 Daerah Ini bakal Jadi Penopang Wisata Candi Borobudur

Kamis, 04 Juni 2026 | 16:22 WIB
  • author Ahmad Antoni
Perkuat Konektivitas Antardestinasi, 5 Daerah Ini bakal Jadi Penopang Wisata Candi Borobudur
Destinasi wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. (foto: istimewa)

TEMANGGUNG, iNewsSemarang.id - Kawasan Candi Borobudur diproyeksikan menjadi pusat pengembangan wisata berkelanjutan yang menghubungkan destinasi unggulan di Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Purworejo, Kebumen, dan Temanggung (Keburejo-Gelangmanggung).

Melalui penguatan konektivitas antardestinasi, pengembangan desa wisata, serta integrasi kalender event, kawasan aglomerasi diharapkan mampu menciptakan pergerakan wisatawan yang lebih merata, sekaligus memperbesar dampak ekonomi bagi masyarakat.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, menegaskan, Borobudur tidak boleh berdiri sebagai destinasi tunggal, melainkan harus menjadi hub yang menghubungkan berbagai objek wisata unggulan di sekitarnya.

Menurutnya, konsep tersebut telah diterapkan di sejumlah negara tujuan wisata dunia, di mana wisatawan yang datang ke satu destinasi utama langsung diarahkan untuk mengunjungi berbagai kawasan penyangga yang saling terhubung.

“Di Turki, begitu masuk ke sana langsung ditawari destinasi ke beberapa tempat. Semua sudah terkoneksi. Di wilayah eks Karesidenan Kedu juga harus begitu. Dampak Borobudur bisa dirasakan oleh Kebumen, dan pantai-pantai Kebumen yang bagus juga bisa dirasakan oleh wisatawan di Borobudur,” kata Luthfi, Kamis (4/6).

Dia menilai konektivitas antarwilayah perlu segera dirumuskan secara detail sebagai panduan pengembangan wisata berkelanjutan. Integrasi tersebut mencakup kawasan Borobudur-Kopeng-Rawa Pening, destinasi wisata di Purworejo, hingga kawasan Geopark dan wisata pantai di Kebumen.

Selain konektivitas, Luthfi juga menyoroti pentingnya pengembangan desa wisata sebagai penguat ekosistem pariwisata. Saat ini, masing-masing daerah telah menyiapkan target pengembangan desa wisata baru, yakni 50 desa wisata di Kabupaten Magelang, 45 di Purworejo, 35 di Kebumen, 30 di Temanggung, dan lima di Kota Magelang.

“Kita siapkan sekarang agar tahun 2027 tinggal pelaksanaan. Infrastruktur menuju destinasi wisata juga harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Luthfi juga meminta pemerintah kabupaten/kota memperbanyak penyelenggaraan event sebagai daya tarik wisatawan. Menurutnya, kalender event yang ada saat ini masih perlu ditingkatkan, baik dari sisi jumlah maupun skala kegiatan.

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut