Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kolaborasi Perkuat Pengembangan Literasi dan Keterampilan Digital Masyarakat Jateng
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Anak Buruh Serabutan, Hampir Putus Sekolah Kini Bisa Belajar di Sekolah Kemitraan Pemprov

Senin, 08 Juni 2026 | 09:36 WIB
  • author Ahmad Antoni
Kisah Anak Buruh Serabutan, Hampir Putus Sekolah Kini Bisa Belajar di Sekolah Kemitraan Pemprov
Aktivitas belajar siswa di sekolah kemitraan Pemprov Jateng. (Foto: Istimewa)

SEMARANG, iNewsSemarang.id - Ayu Prameswari sempat membayangkan masa depannya berhenti setelah lulus SMP. Di tengah kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan, siswi SMA Mardisiswa, Banyumanik, Kota Semarang itu mengaku, peluang untuk melanjutkan sekolah terasa begitu berat.

Ayahnya bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Sementara, biaya masuk SMA kerap menjadi momok bagi banyak keluarga kurang mampu. 

"Ekonomi seperti ini (kurang), bisa jadi putus sekolah karena tidak bisa membayar uang (biaya sekolah) langsung, segitu banyaknya," ungkap Ayu di tempat belajarnya, belum lama ini.

Harapan itu berubah setelah dia diterima melalui Program Sekolah Kemitraan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Lewat program Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Ayu bisa bersekolah di SMA swasta tanpa harus memikirkan biaya SPP, uang gedung, hingga sejumlah kebutuhan pendidikan lainnya.

"Orang tua sangat senang karena biaya sekolah kan besar. Saya juga sangat terbantu," katanya. Cerita serupa datang dari Keyla Sabrina, siswi lain di SMA Mardisiswa. Dia mengungkapkan, keluarganya juga mengalami kesulitan ekonomi. 

Baginya, sekolah gratis bukan sekadar bantuan biaya, melainkan kesempatan untuk tetap memiliki masa depan. "Kalau tidak ada Sekolah Kemitraan, mungkin putus sekolah dulu," ujarnya.

Kini Keyla bisa melanjutkan pendidikan dengan tenang. Beban orang tua berkurang, sementara cita-citanya untuk melanjutkan hingga perguruan tinggi tetap terjaga. "Senang banget karena bisa melanjutkan masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Kepala SMA Mardisiswa Banyumanik, Marwulandari Sayekti, menjelaskan, bantuan dari pemerintah membuat sekolah dapat menggratiskan berbagai komponen pendidikan, bagi siswa penerima manfaat.

"SPP gratis, uang gedung gratis, buku, juga bisa kami bantu dari dana program. Ini benar-benar membantu anak-anak yang sebelumnya kesulitan mengakses pendidikan," katanya.

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut