Acara Diskusi Nasional di UGM Ricuh: Massa Ngamuk Naik ke Panggung, 3 Pejabat Negara Dievakuasi
"Seharusnya kita bisa berdialog dengan sehat dan lancar. Saya sangat terbuka untuk berdiskusi dengan mahasiswa, tetapi tadi kondisinya sudah tidak kondusif. Petugas keamanan mengkhawatirkan keselamatan jika kami tetap bertahan di dalam gedung," ungkap Budiman menyesalkan kericuhan tersebut, Selasa (16/6/2026).
Selain Budiman, ketegangan juga menyasar Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Wamentan Sudaryono. Keduanya sempat ditahan dan dikepung mahasiswa yang menuntut jawaban atas kondisi karut-marut Indonesia saat ini.
Sebelum situasi makin tak terkendali, pihak keamanan akhirnya berhasil meloloskan dan mengevakuasi kedua menteri tersebut ke area aman.
Sebelum mimbar diskusi dibubarkan paksa, Wamentan Sudaryono sebenarnya sempat memaparkan strategi ekonomi krusial di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terutama mengenai kebijakan ekspor satu pintu.
"Indonesia mengalami kebocoran anggaran yang sangat besar akibat perbedaan laporan nilai ekspor. Banyak kasus di mana penjualan nikel atau sawit ke luar negeri laporannya dimanipulasi di dalam negeri, sementara di luar negeri datanya benar. Itulah mengapa Pak Prabowo ingin memangkas birokrasi dan menerapkan sistem satu pintu agar pengusaha tidak bisa berbohong," kata Sudaryono sebelum panggung dikepung massa.
Senada dengan Wamentan, Nusron Wahid juga sempat memaparkan optimisme kabinetnya bahwa program-program kesejahteraan yang dirancang pemerintah saat ini mampu membawa Indonesia melompat maju di tengah tekanan ekonomi global yang menjepit.
Kasus kericuhan di dalam kampus biru ini kini tengah diinvestigasi internal oleh pihak keamanan UGM untuk mengidentifikasi dalang dan kelompok luar yang memicu tindakan anarkis di ruang akademik.
Editor: Ahmad Antoni