get app
inews
Aa Text
Read Next : Sejarah! Tim FA7 Indonesia jadi Runner-up IFA7 World Championship 2026 Honduras

Sejarah 7 Dekade Phapros, Berawal Usaha Raja Gula Semarang Kini jadi Perusahaan Farmasi Terkemuka

Minggu, 21 Juni 2026 | 18:13 WIB
header img
Salah satu sudut bangunan yang memajang peralatan kuno di kawasan Kantor PT Phapros Tbk, Simongan, Semarang, Sabtu (20/6/2026). (Foto: iNewsSemarang.id)

SEMARANG, iNewsSemarang.id – Sosok Oei Tiong Ham Concern turut andil dalam perjalanan sejarah berdirinya PT Phapros Tbk, salah satu perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia yang kini memasuki tujuh dekade.

Ya, Phapros yang didirikan 21 Juni 1954 pada hari Minggu (21/6/2026) besok genap berusia 72 tahun. Awal berdirinya Phapros merupakan bagian dari pengembangan usaha konglomerat Oei Tiong Ham Concern yang dijuluki Raja Gula dari Semarang.

Phapros yang merupakan singkatan dari Pharmaceutical Processing Industries kini merupakan anak perusahaan PT Kimia Farma Tbk yang saat ini menguasai saham sebesar 56,7% dan sisanya dipegang oleh publik termasuk karyawan.

Komitmen yang tinggi pada standar kualitas dan lingkungan dibuktikan dengan terus mengikuti perubahan standar mutu melalui implementasi dari Cara Pembuatan Obat yang Baik/CPOB terkini (Good Manufacturing Practices), Pembuatan Obat Tradisional yang Baik terkini (Herbal Good Manufacturing Practices), serta persyaratan penyaluran alat kesehatan dan Cara Pembuatan Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB).

Kemudian, Persyaratan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) serta system Manajemen Mutu yang terintegrasi yang meliputi standar ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, ISO 17025, Manajemen Risiko dan Sertifikasi Jaminan Halal.

Saat ini, perusahaan telah memproduksi lebih dari 200 macam obat yang sebagian besar diantaranya adalah hasil pengembangan sendiri yang diklasifikasi dalam kelompok produk Etikal, OTC, dan Obat Generik. 

Selain memproduksi obat yang diperdagangkan sendiri, PT Phapros, Tbk dipercaya industri farmasi lain untuk memproduksi obat melalui kerjasama kontrak pembuatan produk. Produk tersebut selain untuk kebutuhan nasional juga untuk kebutuhan negara lain melalui kerjasama ekspor yang dirintis sejak tahun 2013. 

Hingga saat ini, produk Phapros sudah tersebar di beberapa negara Asia Tenggara, Afrika, hingga Amerika Latin. Selain itu, perusahaan mulai memperluas lingkup bisnisnya pada sektor non obat berupa alat kesehatan non-elektromedik yang telah memperoleh izin pendistribusiannya dari Kementerian Kesehatan RI.

Untuk meletakkan fondasi bisnis yang kuat, manajemen berupaya menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance, GCG). 

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut