Sejarah 7 Dekade Phapros, Berawal Usaha Raja Gula Semarang Kini jadi Perusahaan Farmasi Terkemuka
Kemudian pemanfaatan sistem pembelajaran dalam jaringan sebagai media pengembangan sumber daya manusia, serta digitalisasi sistem pemantauan kinerja perusahaan.
"Transformasi ini menjadi bagian dari strategi kami dalam memperkuat daya saing, meningkatkan efisiensi operasional, dan menjaga keberlanjutan bisnis di tengah tuntutan industri farmasi," jelasnya.
Ida Rahmi juga menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan industri farmasi yang semakin dinamis.
Kolaborasi dianggap menjadi kunci dalam mencapai tujuan perusahaan maupun menjawab berbagai tantangan di sektor kesehatan dan farmasi. "Kolaborasi adalah kunci. Tanpa kolaborasi, kita sendirian tidak bisa mencapai tujuan," tegasnya.
Dijelaskan, posisi Phapros sebagai bagian dari ekosistem industri farmasi nasional. Saat ini, sebanyak 56,7 persen saham Phapros dimiliki secara langsung oleh Kimia Farma.
Dengan demikian, perusahaan pelat merah tersebut sebagai pemegang saham mayoritas. Sebagai anggota Kimia Farma Group, Phapros juga menjadi bagian dari holding BUMN farmasi yang dipimpin oleh Bio Farma.
Struktur tersebut menempatkan Phapros dalam ekosistem industri kesehatan nasional yang mencakup berbagai bidang usaha.

Dimulai dari produksi vaksin, obat-obatan, hingga layanan kesehatan. Ida mengakui, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa Phapros yang berkantor pusat di Semarang kini merupakan bagian dari grup farmasi milik negara.
Melalui sinergi di dalam holding BUMN farmasi, Phapros diharapkan dapat memperkuat perannya.
Khususnya dalam mendukung kemandirian industri farmasi nasional, meningkatkan daya saing, serta memperluas kontribusi perusahaan dalam penyediaan produk kesehatan bagi masyarakat.
- 1954 (Pendirian): Didirikan di Semarang sebagai industri farmasi dengan nama Pharmaceutical Processing Industries.
- 1958 (Produk Pertama): Meluncurkan Livron B. Plex, salah satu produk multivitamin yang menjadi pionir di pasaran.
- 1990 (Sertifikasi CPOTB): Menjadi salah satu perusahaan farmasi nasional pertama yang memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOTB) dari BPOM.
- 2000 (Menjadi Perusahaan Publik): Resmi melantai di bursa dan menjadi perusahaan terbuka.
- 2019 (Diakuisisi Kimia Farma): Mengukuhkan posisinya sebagai anak perusahaan PT Kimia Farma Tbk
Editor : Ahmad Antoni