Sejarah 7 Dekade Phapros, Berawal Usaha Raja Gula Semarang Kini jadi Perusahaan Farmasi Terkemuka
Yang tak kalah penting, manajemen akan terus berupaya membangun kompetensi personel yang professional melalui program pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang terarah, sehingga mampu membawa perusahaan memasuki era perdagangan bebas sebagai perusahaan farmasi terkemuka di tingkat global.
PT Phapros Tbk terus melakukan transformasi bisnis. Di antaranya melalui penguatan kompetensi, peningkatan kemampuan finansial, serta digitalisasi di berbagai bidang.
Hal ini diperlukan guna menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah dinamika industri farmasi nasional.
Direktur Produksi PT Phapros Tbk, Ida Rahmi Kurniasih menyebutkan, obat yang diproduksi meliputi obat bebas, obat resep, dan obat herbal. Selain itu, Phapros juga memperluas portofolio bisnisnya ke segmen alat kesehatan sebagai upaya diversifikasi usaha.
"Jaringan kantor cabang kami tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Phapros juga menaruh perhatian pada aspek keberlanjutan," ujarnya didampingi Direktur Keuangan Manajemen Risiko & SDM Ferdinand Troedu hingga Direktur Pemasaran Maraja Jeson Siregar saat acara Media Gathering bertema Merajut Harmoni, Menguatkan Kolaborasi di kantor PT Phapros, Jl Simongan, Semarang Barat, Sabtu (20/6/2026).

Pihaknya juga berkomitmen melakukan konservasi energi melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan serta menjaga proses bisnis yang berorientasi pada prinsip keberlanjutan.
Untuk mendukung agenda tersebut, Phapros menjalankan berbagai program pembangunan berkelanjutan bersama masyarakat dan lembaga pendidikan formal.
Komitmen dalam menjaga kualitas produk juga ditunjukkan melalui keberhasilan perusahaan melakukan ekspor ke Kamboja.
Ekspor perdana ini dilakukan pada 2014, yang menjadi salah satu tonggak penting dalam perluasan pasar internasional. Pada akhir 2018, Phapros mencatatkan babak baru dalam perjalanan bisnisnya.
Perusahaan menjadi Emiten di Bursa Efek Indonesia pada 2018 dan di akuisisi oleh PT Kimia Farma (Persero) Tbk pada 2019.
Sejak 2019, Phapros secara resmi menjadi salah satu anak perusahaan Kimia Farma Group. Pascaakuisisi, Phapros mempercepat transformasi digital di berbagai lini operasional.
Langkah tersebut diwujudkan melalui penerapan Electronic Batch Record (EBR) atau catatan pengolahan batch secara elektronik.
Editor : Ahmad Antoni