Kekeringan Landa Jateng, BPBD Gelontorkan 654 Ribu Liter Air Bersih ke Wilayah Terdampak
SEMARANG, iNewsSemarang.id – Sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng) mulai terdampak musim kemarau 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng mulai menggelontorkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah terdampak kekeringan.
Kepala BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan menyebut, seluruh kabupaten/kota telah menyiapkan dukungan logistik air bersih, sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau tahun ini. Berdasarkan data yang dihimpun BPBD, total ketersediaan air bersih yang disiapkan pemerintah daerah mencapai sekitar 123 juta liter.
"Sudah disiapkan dalam menghadapi musim kemarau tahun ini. Dari hasil data yang kami terima, daerah kabupaten/ kota sudah menyiapkan secara totalitas sebanyak 123 juta liter air bersih," sebut Bergas di Semarang, Rabu (24/6/2026).
Data BPBD Jateng per 24 Juni 2026 menunjukkan, distribusi air bersih sudah mulai berjalan di sejumlah daerah. Total sebanyak 654 ribu liter air bersih telah disalurkan kepada warga terdampak di 6 kabupaten/kota, mencakup 7 kecamatan dan 11 desa. Bantuan tersebut telah menjangkau 4.808 kepala keluarga atau 16.258 jiwa.
Kabupaten Klaten menjadi daerah dengan distribusi terbesar, yakni sekitar 553 ribu liter, disusul Purbalingga 30 ribu liter, Banjarnegara 26 ribu liter, Cilacap 20 ribu liter, Jepara 20 ribu liter, dan Purworejo 5 ribu liter.
Dari sisi wilayah terdampak, Purbalingga dan Klaten masing-masing mencatat tiga desa mengalami kekeringan. Sementara Banjarnegara dua desa, serta Jepara, Purworejo, dan Cilacap masing-masing satu desa.
Selain penyaluran air bersih, sejumlah daerah juga telah menetapkan status siaga darurat kekeringan. Hingga akhir Juni 2026, terdapat delapan daerah yang telah menetapkan status tersebut, yakni Kabupaten Sukoharjo, Demak, Temanggung, Brebes, Kendal, Sragen, serta Kota Tegal dan Kota Salatiga.
Editor : Ahmad Antoni