Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Hakim PN Jaksel Kabulkan Sebagian Praperadilan Roy Suryo, Ini Pertimbangannya
Advertisement . Scroll to see content

Roy Suryo Gugat Polda Metro di PN Jaksel: Penangkapan Saya Seperti Film G 30 S PKI

Senin, 29 Juni 2026 | 14:13 WIB
  • author Ari Sandita Murti
Roy Suryo Gugat Polda Metro di PN Jaksel: Penangkapan Saya Seperti Film G 30 S PKI
Roy Suryo mengajukan gugatan praperadilan terhadap Polda Metro Jaya atas penangkapannya terkait kasus ijazah Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi). (foto: IMG/Isra Triansyah)

JAKARTA, iNewsSemarang.id - Roy Suryo mengajukan gugatan praperadilan terhadap Polda Metro Jaya atas penangkapannya terkait kasus ijazah Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Penangkapannya dianggap melanggar HAM.

"Apa yang kami praperadilankan adalah hal-hal yang memang tidak patut, tidak layak, dan melanggar hak asasi manusia, melanggar hukum juga, kejadian yang terjadi pada hari Jumat, tanggal 19 Juni tahun 2026 lalu," tegas Roy Suryo pada wartawan di PN Jaksel, Senin (29/6/2026).

Pihaknya juga akan membeberkan buktinya di sidang praperadilan perdana seperti saat ada upaya paksa. Pemanggilan atau bahkan penangkapan paksa itu seharusnya tetap mengikuti aturan berlaku atau prosedur. Misalnya saja soal hadirnya Ketua RT atau Ketua RW setempat.

"Diketahui oleh RT, RW setempat, ini sama sekali enggak ada. Sudah confirm RT, RW setempat tidak mengetahui ada peristiwa itu," ungkapnya.

Dia menjelaskan, soal hadirnya Satpam saat penangkapannya, tapi dia menilai 2 satpam itu sejatinya digelandang polisi ke rumahnya. Pasalnya, satpam itu hanya diunjukkan surat lantas diajak ke rumahnya.

"Satpam itu sangat sopan, tidak masuk ke dalam rumah, hanya di luar, dan merekalah yang sebenarnya minta izin. Tapi tiba-tiba para penyidik itu langsung masuk, langsung naik, bahkan langsung masuk kamar tidur. Ini benar-benar tidak sopan," ujarnya.

Penangkapan itu dilakukan tanpa kehadiran Satpam di dalam rumahnya dan Satpam yang meminta izin. Artinya kata Roy Suryo, polisi masuk begitu saja dan semuanya menggunakan penutup wajah hingga dia tidak mengenali para polisi itu.

"Jadi tidak kelihatan siapa, untung saya mengenali suaranya yang ada, yaitu suara berpangkat Iptu inisialnya R, dan salah seorang penyidik berinisial A. Untung saya kenal itu, kalau enggak, saya akan marah betul," tandasnya.

"Jadi, adegannya memang tidak berlebihan kalau saya katakan benar-benar seperti film pengkhianatan G30S/PKI, ya. Karena saya tidak boleh berganti pakaian, tidak boleh makan, tidak boleh minum, mandi saja juga sudah enggak boleh, cuci muka saja hampir enggak boleh, untung di bawah itu ada dapur sehingga saya sempat cuci muka," ujarnya.


 

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut