Cerita Haru Peserta Seleksi Magang Jepang 2026, Bantu Ekonomi Keluarga hingga Biayai Sekolah Adik
Andi mengaku sempat tidak langsung melanjutkan pendidikan setelah lulus SMA karena kondisi ekonomi keluarga. Ia kemudian merantau ke Jawa, mendapatkan beasiswa kuliah di UIN Sunan Ampel Surabaya, dan lulus pada Februari 2026.
Ia berharap bisa lolos seleksi dan sukses bekerja di Jepang. Sehingga kelak dapat membantu adik-adiknya agar memiliki kesempatan yang lebih baik ke depan. “Saya ingin membanggakan negara Indonesia dan bisa memberangkatkan adik-adik saya untuk ke depannya,” ujarnya.
Setali tiga uang, peserta asal Tegal, Eko Prasetyo mengaku, tertarik ikut seleksi program ini meningkatkan kemampuan sekaligus memperbaiki ekonomi keluarga. Ia sudah mencari tahu gambaran dunia kerja di Jepang. Menurutnya, kedisiplinan menjadi salah satu hal utama yang harus disiapkan.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Aziz menejelaskan, seleksi tahun ini tercatat sebanyak 508 orang mendaftar Program Magang ke Jepang 2026.
Dari jumlah tersebut, 401 peserta hadir mengikuti tahapan seleksi. Para peserta berasal dari sejumlah daerah, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DIY, Banten, Bali, DKI Jakarta, Kalimantan Utara, Lampung, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).
Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, program magang ke Jepang menjadi bukti sumber daya manusia Indonesia, termasuk Jawa Tengah, memiliki daya saing di tingkat internasional. Menurutnya, kepercayaan tersebut harus dijaga dengan sungguh-sungguh.
Editor : Ahmad Antoni