Transformasi Pelatihan Vokasi Dorong Pelaku UKM Tingkatkan Produktivitas dan Daya Saing Usaha
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, industri, perguruan tinggi, komunitas, dan sektor keuangan menjadi kunci dalam membangun sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan ekonomi digital.
"Digital Camp: SDM UMK Go-UP merupakan contoh nyata bagaimana sinergi lintas sektor mampu menghasilkan program yang lebih komprehensif. Pemerintah menghadirkan pelatihan dan pendampingan, industri berbagi pengalaman dan teknologi, sedangkan lembaga keuangan membuka akses permodalan. Inilah ekosistem yang dibutuhkan agar UMK dapat naik kelas," ujar Fikri.
Program ini tidak berhenti pada pelatihan selama dua hari. Seluruh 24 peserta selanjutnya akan mengikuti Bimbingan dan Konsultansi (Bimkon) Peningkatan Produktivitas selama 15 hari kerja.
Dalam tahap ini, setiap peserta akan memperoleh pendampingan untuk mengidentifikasi permasalahan usaha, menyusun rencana perbaikan, menerapkan peningkatan produktivitas, hingga menyusun hasil implementasi yang akan dipresentasikan pada akhir program.
Melalui rangkaian tersebut, BBPVP Semarang berharap setiap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menerapkan perubahan nyata dalam pengelolaan usahanya sehingga meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan memperkuat daya saing UMK di era digital.
Program Digital Camp: SDM UMK Go-UP menjadi salah satu wujud komitmen BBPVP Semarang dalam mendukung kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pelatihan vokasi yang berbasis kebutuhan industri, berorientasi pada produktivitas, serta menghasilkan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Editor: Ahmad Antoni