get app
inews
Aa Text
Read Next : Kekeringan Landa 15 Daerah di Jateng: 81.297 Jiwa Terdampak, Droping Lebih 3 Juta Liter Air Bersih

BSSN Ungkap Dugaan Kebocoran Data Penerima Bansos Jateng, Begini Respons Diskomdigi

Kamis, 23 Juli 2026 | 08:24 WIB
header img
Kepala Diskomdigi Provinsi Jawa Tengah, Lilik Henry Ristanto. (Foto: Istimewa)

SEMARANG, iNewsSemarang.id – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengungkap adanya dugaan kebocoran data penerima bantuan sosial (bansos) pada aplikasi Data Terpadu Jawa Tengah (DT Jateng).

Pemprov Jateng melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital (Diskomdigi) telah melakukan penanganan melalui serangkaian langkah dan prosedur tanggap insiden siber. Hingga kini, belum ada laporan dari masyarakat terkait kerugian akibat dugaan kebocoran data tersebut.

Kepala Diskomdigi Provinsi Jawa Tengah, Lilik Henry Ristanto, menjelaskan pemerintah provinsi mulai melakukan penanganan setelah menerima notifikasi dari BSSN, mengenai adanya indikasi kebocoran data.

Dia mengungkapkan, kronologi penanganan bermula pada 12 Februari 2026, ketika jajaran Polda Banten mendatangi Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, untuk berkoordinasi terkait penyidikan dugaan akses data secara tidak sah, yang ditangani di wilayah hukum Polda Banten.

Selanjutnya, pada 20 Februari 2026, BSSN mengirimkan notifikasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, mengenai adanya indikasi dugaan kebocoran data.

"Peristiwanya diduga sebenarnya sudah terjadi sekitar satu tahun sebelumnya, kurang lebih pada April 2025," ungkap Lilik, di Semarang, Rabu (22/7/2026).

Setelah menerima pemberitahuan tersebut, tim teknologi informasi (IT) Dinas Sosial bersama Diskomdigi, di bawah supervisi BSSN dan Kementerian Komdigi, langsung melakukan langkah-langkah pengamanan, mulai dari penutupan akses, penguatan sistem keamanan, hingga penerapan verifikasi berlapis.

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut