25 Daerah di Jateng Terdampak Kemarau, 11 Kabupaten/Kota Siaga Darurat Kekeringan
SEMARANG, iNewsSemarang.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah menyebutkan wilayah terdampak kemarau hingga 24 Juli 2026 sebanyak 25 kabupaten/kota dengan 83 kecamatan dan 148 desa. Bahkan, sebanyak 11 kabupaten/kota telah menetapkan status siaga darurat kekeringan.
Pemprov Jateng bersama sejumlah stakeholder terus mendistribusikan air bersih ke sejumlah daerah yang terdampak kekeringan.
Berdasarkan data BPBD Jateng, hingga 24 Juli 2026 telah tersalurkan sebanyak 6,8 juta liter air bersih ke daerah-daerah terdampak kekeringan di Jawa Tengah.
Distribusi air bersih yang bersumber APBD Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten/kota sebanyak 4.853.800 liter. Sementara bantuan dari CSR, PMI, TNI-Polri, dan instansi lainnya sekitar 1.951.500 liter air bersih.
Total penerima manfaat distribusi air bersih sekitar 61.139 KK dengan jumlah 184.643 jiwa. Tiga daerah dengan distribusi air bersih terbanyak adalah Kabupaten Klaten, Pemalang, dan Banjarnegara.
Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, ketersediaan air bersih saat ini masih tercukupi dan siap didistribusikan ke daerah terdampak. Apalagi masih ada pihak-pihak lain seperti TNI, Polri, PMI, dan sebagainya yang sudah menyataku akan memberikan bantuan.
"Masih ada sisa ketersediaan air bersih sekitar 40 juta liter dari total 44,9 juta liter yang disediakan oleh APBD Kabupaten/Kota. Terkait dengan air bersih ini masih mumpuni karena ketersediaan anggaran maupun air bersihnya masih tersedia," beber Bergas saat melaporan kondisi terkini terkait kekeringan dan distribusi air bersih kepada Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Senin (27/7).
Editor : Ahmad Antoni