24.000 Pelajar Indonesia Tempuh Pendidikan di Taiwan, Sekolah Menengah hingga Program Doktoral
Antusiasme pelajar yang memadati arena pameran menjadi gambaran nyata bahwa semakin banyak anak muda Indonesia berani bermimpi lebih besar. Mereka datang untuk mencari informasi mengenai program studi, beasiswa, hingga peluang membangun masa depan di salah satu negara dengan kemajuan teknologi terbaik di Asia.
Ketua Umum ICATI, Hengky Lau, mengungkapkan, hubungan pendidikan antara Indonesia dan Taiwan terus berkembang positif. Berdasarkan data terbaru, saat ini terdapat lebih dari 24 ribu pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Taiwan, mulai dari jenjang sekolah menengah hingga program doktoral. Jumlah tersebut menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap kualitas pendidikan tinggi di Taiwan.
Hengky juga menepis anggapan bahwa bahasa menjadi hambatan utama. Banyak universitas di Taiwan kini membuka program internasional berbahasa Inggris, terutama untuk jenjang magister dan doktor. Sementara bagi mahasiswa sarjana, pembelajaran bahasa Mandarin justru menjadi nilai tambah yang memperkaya kompetensi mereka untuk bersaing di tingkat global.

Tak hanya unggul dalam kualitas pendidikan, Taiwan juga dinilai semakin ramah bagi mahasiswa Indonesia, termasuk mahasiswa muslim. Fasilitas musala, kemudahan memperoleh makanan halal, serta keberadaan ratusan ribu warga Indonesia di Taiwan menjadi faktor yang membantu mahasiswa baru lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan dan budaya setempat.
Menariknya lagi, pemerintah Taiwan memberikan kesempatan kepada mahasiswa internasional untuk mengikuti program magang maupun bekerja paruh waktu hingga 20 jam setiap minggu. Kebijakan tersebut memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman profesional sekaligus meningkatkan kemandirian finansial tanpa mengganggu proses perkuliahan.
Editor : Ahmad Antoni