Kisah Aqila Keisha, Santriwati Bisa Kuliah di Kedokteran Undip berkat Beasiswa Pemprov Jateng
Aqila mengungkapkan cita-citanya sejak kecil untuk menjadi seorang tenaga medis. Ia berharap kelak dapat menjadi dokter gigi yang memegang teguh integritas, nilai agama, dan rasa kemanusiaan.
"Saya berharap bisa menjadi dokter gigi yang adil, yang sungguh-sungguh, dan tidak melupakan ajaran agama yang sudah saya bawa sebelumnya dengan tetap menerapkan sisi kemanusiaan," katanya saat acara Penyerahan dan Pembekalan Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026 serta Penandatanganan Naskah Kerjasama antara Pemprov Jateng dengan Ma'had Aly di Gedung Merah Putih Semarang, Rabu (12/8).
Aqila juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas penyelenggaraan program beasiswa ini. Ia berharap program tersebut dapat terus ditingkatkan, diperluas cakupan jurusannya, dan kuota penerimanya ditambah.
Sebagai wujud komitmen beasiswa, Aqila berencana mengabdikan ilmu dan dirinya kelak di Pondok Pesantren di El Fat El Islami Kudus. Ia juga menyampaikan motivasi mendalam bagi seluruh santri di Indonesia agar tidak ragu bercita-cita tinggi di bidang apa pun.
Setali tiga uang, Penerima beasiswa santri lain, Akhmad Khafidz Al Mubarok mengaku, senang dengan adanya beasiswa ini. Dengan begitu ia bisa kuliah S1 bidang Saintek di Dalian University of Technology di China. Itu merupakan salah satu impiannya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
"Sangat bahagia karena bisa membantu perekonomian orang tua. Pilih jurusan computer science and technology karena dari kecil sudah minat dan ingin mendalaminya di salah satu pusat teknologi yaitu China," ujarnya.
Ya. Beasiswa santri dan pengasuh ponpes tersebut merupakan bagian dari program Pesantren Obah yang digagas oleh Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
Baik beasiswa S1, S2, maupun S3 di universitas dalam negeri maupun luar negeri yang disalurkan melalui Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP). Total hibah beasiswa yang diberikan tahun 2026 mencapai Rp8,34 miliar.
Editor: Ahmad Antoni