Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenag Resmi Tutup Ponpes Ndolo Kusumo Pati Buntut Kasus Pemerkosaan Santriwati
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Aqila Keisha, Santriwati Bisa Kuliah di Kedokteran Undip berkat Beasiswa Pemprov Jateng

Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:08 WIB
  • author Ahmad Antoni
Kisah Aqila Keisha, Santriwati Bisa Kuliah di Kedokteran Undip berkat Beasiswa Pemprov Jateng
Aqila Keisha Haulina mengaku sangat bersyukur bisa kuliah di Kedokteran Gigi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang berkat beasiswa Pemprov Jateng. (foto: istimewa)

Secara rinci, 73 penerima beasiswa tersebut terdiri atas 15 penerima beasiswa luar negeri, 27 santri penerima beasiswa dalam negeri, dan 31 pengasuh penerima beasiswa dalam negeri. 

Penerima beasiswa luar negeri terdiri dari 3 santri bidang saintek ke China, 8 santri ke Mesir yang terdiri dari 1 orang kedokteran Al-Azhar dan 7 orang bidang keislaman Al-Azhar, 3 santri ke Al-Ahqof Yaman, dan 1 santri mengikuti program double degree. 

Program tersebut dirancang agar santri memiliki nilai yang lebih dari saat ini. Artinya, santri tidak hanya belajar tentang agama tetapi juga keilmuan-keilmuan lain seperti kedokteran, saintek, dan lain sebagainya, sehingga santri bisa masuk di semua lini masyarakat.

Gubernur Jateng Minta Kepala Daerah Terlibat Dukung Program Beasiswa

Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berharap kepada santri memiliki kepercayaan diri. 

"Saya ngasih beasiswa ke kelompok mahasiswa itu biasa, tetapi santri ini luar biasa karena mempunyai nilai lebih dari yang bukan santri, santri diajarkan tentang toleransi beragama dan apapun tentang aturan kebenaran, " kata Luthfi. 

Luthfi menambahkan, program beasiswa santri dan pengasuh ponpes ini harus terus digalakkan. Seluruh kepala daerah di Jawa Tengah juga harus mulai ikut terlibat dalam program ini.  

"Program ini harus dijadikan role model, sehingga tidak hanya provinsi yang bergerak, tetapi kabupaten/kota nanti kita ikut sertakan, sehingga pemberdayaan pesantren ini bisa menyeluruh," katanya.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga melakukan penandatanganan kesepahaman bersama dengan 24 Ma'had Aly atau pendidikan tinggi yang ada di pondok pesantren.
 

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut